Hasil survey kepuasan masyarakat terhadap pelayanan di MAN 2 Jakarta selama periode Januari – Maret 2026 dapat dilihat pada link berikut:
Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) — Layanan call center MAN 2 Jakarta mencatat mayoritas pesan masuk selama periode terbaru berkaitan dengan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Berdasarkan data rekapitulasi, sebanyak 72% dari total pesan yang diterima merupakan pertanyaan seputar PPDB.
Pertanyaan tersebut umumnya mencakup informasi pendaftaran, persyaratan administrasi, jalur seleksi, hingga jadwal pelaksanaan. Tingginya angka ini menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap proses penerimaan siswa baru.
Sementara itu, 14% pesan yang masuk berkaitan dengan mutasi siswa. Topik yang ditanyakan meliputi prosedur perpindahan sekolah, kelengkapan dokumen, serta ketentuan yang berlaku.
Adapun 7% lainnya merupakan pertanyaan operasional, seperti jam layanan, alur komunikasi, dan teknis penggunaan layanan. Persentase yang sama, yakni 7%, juga berasal dari pertanyaan mengenai asrama atau boarding, termasuk fasilitas, biaya, dan ketentuan tinggal.
Pihak pengelola Call Center sekaligus Humas MAN 2 Jakarta, Yuyum Daryumi, menyatakan akan terus meningkatkan kualitas layanan dan menyediakan informasi yang lebih komprehensif, terutama terkait PPDB yang menjadi fokus utama kebutuhan informasi masyarakat saat ini.
Dengan adanya rekapitulasi ini, diharapkan pengelola dapat mengoptimalkan respons serta menyesuaikan prioritas layanan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Dalam dunia pendidikan, kualitas pembelajaran tidak hanya ditentukan oleh kurikulum atau fasilitas, tetapi juga oleh kepemimpinan yang mampu menguatkan para guru. Guru adalah ujung tombak pendidikan, dan mereka akan bekerja secara optimal ketika merasa dihargai, didukung, dan dipercaya. Oleh karena itu, kepemimpinan yang efektif bukan sekadar tentang mengatur, tetapi tentang menguatkan.
Hadir dan Mau Mendengar
Kehadiran seorang pemimpin tidak hanya ditandai secara fisik, tetapi juga secara emosional. Guru merasa lebih kuat ketika pemimpinnya benar-benar mau mendengar—mendengar keluhan, ide, bahkan kegelisahan mereka. Kepemimpinan yang membuka ruang dialog akan melahirkan rasa memiliki dan kebersamaan dalam organisasi sekolah.
Memberi Kejelasan Arah
Ketidakpastian adalah salah satu sumber kelelahan terbesar dalam bekerja. Guru membutuhkan arahan yang jelas agar dapat menjalankan tugas dengan tenang dan terarah. Pemimpin yang mampu memberikan visi yang tegas dan langkah yang sistematis akan membantu guru bekerja lebih fokus dan percaya diri.
Menghargai Proses, Bukan Hanya Hasil
Tidak semua kerja guru dapat diukur dengan angka. Banyak proses pembelajaran yang berdampak besar namun tidak terlihat secara instan. Kepemimpinan yang bijak adalah yang mampu menghargai setiap proses, sekecil apa pun, karena di situlah letak dedikasi seorang guru.
Melindungi Guru dari Beban yang Tidak Perlu
Seorang pemimpin yang baik tidak serta-merta membebankan semua hal kepada guru. Justru, ia mampu menyaring tugas-tugas yang esensial dan mengurangi beban administratif yang tidak relevan. Perlindungan terhadap waktu dan energi guru adalah bentuk nyata kepemimpinan yang peduli.
Memberi Kepercayaan, Bukan Kecurigaan
Kepercayaan adalah bahan bakar utama pertumbuhan profesional guru. Ketika guru dipercaya, mereka akan terdorong untuk berinovasi dan berkembang. Sebaliknya, pengawasan yang berlebihan justru dapat mematikan kreativitas dan semangat kerja.
Bersikap Adil dan Konsisten
Keadilan dan konsistensi dalam mengambil keputusan menciptakan rasa aman bagi guru. Pemimpin yang adil tidak membeda-bedakan dan selalu berpegang pada prinsip akan mendapatkan kepercayaan dari seluruh warga sekolah.
Mengapresiasi Hal-Hal Kecil
Sering kali, ucapan sederhana seperti “terima kasih” atau “kerja yang baik” memiliki dampak besar bagi semangat guru. Apresiasi tidak harus selalu dalam bentuk formal; perhatian kecil yang tulus justru lebih bermakna dan membangun motivasi.
Inilah hal sederhana yang bisa dilakukan kepala sekolah untuk menguatkan guru:
Menjadi Teladan dalam Ketenangan
Pemimpin yang tenang di tengah tekanan akan menularkan energi positif kepada lingkungan kerja. Sikap ini menciptakan suasana sekolah yang lebih kondusif dan sehat.
Memahami bahwa Guru Juga Manusia
Guru bukan hanya pengajar, tetapi juga individu yang memiliki kehidupan pribadi dengan berbagai tantangan. Pemahaman ini penting agar kebijakan yang diambil tetap manusiawi dan berempati.
Menguatkan Tanpa Harus Selalu Menuntut
Sekolah tidak akan berkembang melalui tekanan semata. Justru, ketika guru merasa dikuatkan—didukung, dihargai, dan dipercaya—mereka akan memberikan kontribusi terbaiknya secara alami.
Kepemimpinan yang menguatkan guru adalah investasi jangka panjang bagi kemajuan sekolah. Ketika guru merasa aman, dihargai, dan didukung, mereka tidak hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi. Dan dari tangan guru yang kuat inilah lahir generasi masa depan yang unggul.(Yuyum D)
Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) — Dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman, MAN 2 Jakarta menyelenggarakan sebuah seminar bertajuk “GTK Lawan Kekerasan Seksual: Kepedulian Kita Melindungi Mereka” . Acara ini sukses diselenggarakan pada hari Sabtu, 18 April 2026 di aula MAN 2 Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sebagai bentuk komitmen bersama dalam mencegah dan menangani kekerasan seksual di lingkungan sekolah.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari RS Soeharto Heerdjan Jakarta, dr. Reny Rosnita Baasaleem, M.KKK. Dalam paparannya, dr. Reny menekankan pentingnya peran GTK sebagai garda terdepan dalam mengenali tanda-tanda kekerasan seksual pada anak serta memberikan respon yang tepat dan berempati.
“Anak-anak membutuhkan lingkungan yang aman secara fisik maupun emosional. Guru tidak hanya sebagai pendidik, tetapi juga pelindung yang mampu mendeteksi sejak dini potensi kekerasan,” ujar dr. Reny. Selain mencegah potensi kekerasan, Reny juga menambahkan bahwa guru perlu menguatkan niat untuk menyelamatkan generasi bangsa dengan pondasi iman dan takwa.
Kegiatan ini dibahas berbagai strategi preventif, seperti edukasi kesehatan reproduksi yang sesuai usia, pembentukan budaya sekolah yang ramah anak, serta pentingnya komunikasi terbuka antara guru, siswa, dan orang tua. Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai prosedur pelaporan dan penanganan kasus kekerasan secara bijak dan profesional.
Kepala MAN 2 Jakarta, Aceng Solihin, S.Pd.I, MA, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini merupakan langkah konkret dalam mendukung program Madrasah Ramah Anak. Ia berharap seluruh GTK dapat mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan sehari-hari di lingkungan sekolah.
Melalui seminar ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif bahwa perlindungan anak adalah tanggung jawab bersama. Dengan kepedulian dan tindakan nyata dari seluruh elemen madrasah, lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari kekerasan dapat terwujud.(Yuyum D)
Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) — Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melakukan kunjungan ke kantin MAN 2 Jakarta, Selasa, 14 April 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya dalam rangka penyusunan Peraturan Gubernur tentang Penyelenggaraan Kantin Sehat di DKI Jakarta.
Dalam kunjungan tersebut, Tim Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta melihat langsung kondisi kantin dan melakukan wawancara dengan siswa serta penjamah kantin. Hal yang menjadi bahan pengamatan di antaranya kebersihan tempat pengolahan makanan, penyimpanan bahan pangan, hingga penyajian makanan kepada siswa. Selain itu, para pedagang kantin juga diberikan edukasi terkait pentingnya menjaga higienitas dan sanitasi dalam proses pengolahan makanan.
Kepala MAN 2 Jakarta, Aceng Solihin, menyampaikan bahwa pihak madrasah sangat mendukung program kantin sehat sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman.
“Kami terus berupaya meningkatkan kualitas kantin agar sesuai dengan standar kesehatan, sehingga siswa dapat mengonsumsi makanan yang aman, bergizi, dan higienis,” ungkap Aceng.
Sementara itu, Rozi dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi langkah-langkah yang telah dilakukan oleh MAN 2 Jakarta dalam pengelolaan kantin. Ia juga memberikan beberapa rekomendasi perbaikan, seperti peningkatan pengawasan terhadap bahan baku makanan serta penerapan standar operasional prosedur (SOP) kebersihan yang lebih ketat.
Selain Dinas Kesehatan, kegiatan ini didukung oleh CISDI (Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives), organisasi nirlaba di Indonesia yang berfokus pada penelitian, advokasi, dan pengembangan kebijakan publik, khususnya di bidang kesehatan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan. Dalam sambutannya ketua Tim CISDI, Fahrial, memaparkan bahwa hasil riset yang dilakukan diharapkan dapat menjadikan rekomendasi bagi terwujudnya kantin yang lebih sehat.
“Seperti kita ketahui, remaja di Jakarta merupakan konsumen makanan dan minuman dengan kadar gula tinggi. Untuk itu kami berkomitmen untuk melakukan pencegahan dini terhadap konsumsi gula dan garam berlebih pada remaja, salah satunya dengan program edukasi ini, ” jelas Fahrial.
Dalam kesempatan itu juga turut hadir petugas bidang Kesehatan Lingkungan Puskesmas Kecamatan Ciracas, Sukesih beserta tim. Dukungan intensif pihak Puskesamas pada program kesehatan khususnya kantin sehat di MAN 2 Jakarta memiliki dampak positif.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi seluruh warga madrasah untuk terus menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan, khususnya dalam penyediaan makanan di kantin sekolah. Dengan adanya kunjungan ini, MAN 2 Jakarta diharapkan mampu menjadi percontohan kantin sehat bagi sekolah lainnya di wilayah DKI Jakarta.
Melalui sinergi antara pihak sekolah dan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, upaya mewujudkan kantin sehat bukan hanya sekadar program, tetapi menjadi budaya yang berkelanjutan demi mendukung kesehatan generasi muda.(Yuyum D)
窗体顶端

Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) 13 Februari 2026 — MAN 2 Jakarta memperingati Isra Mi’raj Nabi Muhammad Saw. dengan mengusung tema “Mengenal Ajaran Nabi Muhammad Saw. sebagai Sumber Cahaya dan Petunjuk”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (13/2/2026) di Masjid At-Taqwa MAN 2 Jakarta ini menghadirkan Ustaz H. Muhammad Shiddiq sebagai penceramah.
Peringatan Isra Mi’raj ini diikuti oleh siswa, guru, komite dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari penguatan karakter religius di lingkungan madrasah. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh antusiasme, sekaligus menjadi momentum refleksi spiritual bagi seluruh warga madrasah.
Dalam tausiyahnya, Ustaz H. Muhammad Shiddiq menyampaikan materi tentang perjalanan Rasulullah Saw. dalam peristiwa Isra dan Mi’raj, mulai dari perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga peristiwa Mi’raj ke Sidratul Muntaha. Peristiwa agung tersebut menjadi bukti kebesaran Allah Swt. sekaligus penguat keimanan umat Islam.
Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa salat merupakan pondasi utama dalam kehidupan seorang muslim. Salat tidak hanya menjadi kewajiban ibadah, tetapi juga menjadi sarana pembentuk karakter, kedisiplinan, dan kedekatan seorang hamba kepada Allah Swt. Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, diharapkan seluruh warga MAN 2 Jakarta semakin memahami makna salat serta menjadikannya sebagai cahaya dan petunjuk dalam kehidupan sehari-hari.

Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) 13 Februari 2026 – Rohani Islam (Rohis) MAN 2 Jakarta menggelar kegiatan sosial bertajuk Tebar Berkah Jumat dengan membagikan paket makanan kepada jamaah masjid di sekitar madrasah. Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian siswa terhadap masyarakat sekitar.
Adapun masjid yang menerima manfaat dalam kegiatan tersebut yakni Masjid Jami Darul Ikhwan, Masjid Jami Al Mubarak, dan Masjid Jami Darul Jamaah. Program ini merupakan salah satu agenda rutin Rohis yang berada dalam wadah Madu Religi sebagai sarana pembinaan karakter religius dan sosial peserta didik.
Pembina Rohis MAN 2 Jakarta menjelaskan bahwa kegiatan Tebar Berkah Jumat bertujuan untuk mengasah kepedulian serta menumbuhkan rasa empati siswa terhadap masyarakat. Melalui kegiatan berbagi ini, siswa diajak untuk memahami pentingnya nilai kebersamaan, solidaritas, dan keikhlasan dalam membantu sesama.
Proses pembagian paket makanan dilakukan secara tertib seusai pelaksanaan shalat Jumat. Para siswa terlibat langsung dalam pendistribusian, mulai dari persiapan hingga penyaluran kepada jamaah. Antusiasme jamaah dan semangat para siswa mencerminkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat secara materiil, tetapi juga mempererat hubungan antara madrasah dan masyarakat.
Melalui program Madu Religi, Rohis MAN 2 Jakarta berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan-kegiatan positif yang mampu membentuk karakter siswa agar tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi serta akhlak yang mulia. (Iqbal)

Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) 13 Februari 2026 — Sebanyak 42 siswa MAN 2 Jakarta dikukuhkan sebagai imam shalat tarawih 1447 Hijriah pada Jumat (13/2/2026). Para siswa tersebut akan memimpin salat tarawih di 32 masjid dan musala yang tersebar di wilayah Jakarta Timur, Depok, dan Bekasi.
Pengukuhan dilakukan oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jakarta Timur, H. Affan Sofwan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas inisiatif MAN 2 Jakarta dalam melaksanakan program pembinaan imam tarawih bagi siswa.
Program ini merupakan bagian dari komitmen MAN 2 Jakarta dalam membentuk generasi yang unggul dalam bidang keagamaan serta mampu berkontribusi langsung kepada masyarakat. Para siswa yang dikukuhkan telah melalui proses pembinaan dan pembekalan secara intensif sebelum diterjunkan ke masjid dan musala .
Selain dibekali dengan penguatan ilmu keagamaan, seperti bacaan doa dan zikir dalam salat, para peserta juga mendapatkan pembinaan dalam bidang kemasyarakatan dan public speaking. Pembekalan tersebut bertujuan agar para siswa tidak hanya mampu menjadi imam secara teknis, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang baik serta mampu berinteraksi secara santun dan efektif dengan jamaah.
Melalui program ini, MAN 2 Jakarta berharap para siswa dapat mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di madrasah sekaligus menjadi duta madrasah di tengah masyarakat, khususnya dalam menyemarakkan bulan suci ramadhan dengan kepemimpinan ibadah yang baik dan penuh tanggung jawab. (Iqbal)

Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) 12 Februari 2026 — Koperasi Simpan Pinjam MAN 2 Jakarta menyelenggarakan Rapat Anggota Tahunan (RAT) di Aula MAN 2 Jakarta pada Rabu (12/2/2026). Dalam rapat tersebut, pengurus menyampaikan laporan pertanggungjawaban sekaligus menetapkan kepengurusan untuk periode 2026–2028 melalui mekanisme aklamasi.
Kegiatan yang dihadiri oleh seluruh anggota koperasi ini berlangsung dengan tertib dan penuh musyawarah. Rapat Anggota Tahunan merupakan forum tertinggi dalam koperasi yang menjadi sarana evaluasi kinerja pengurus serta pengambilan keputusan strategis untuk keberlanjutan organisasi.
Dalam agenda utama rapat, pengurus menyampaikan laporan pertanggungjawaban terkait pelaksanaan program kerja dan pengelolaan keuangan selama satu periode terakhir. Laporan tersebut menjadi bentuk transparansi dan akuntabilitas kepada seluruh anggota koperasi.
Selanjutnya, forum rapat secara aklamasi menyepakati pengurus untuk melanjutkan kepemimpinan pada periode 2026–2028. Keputusan ini mencerminkan kepercayaan anggota terhadap kinerja dan dedikasi pengurus dalam mengelola koperasi.
Melalui pelaksanaan RAT ini, Koperasi Simpan Pinjam MAN 2 Jakarta diharapkan terus berkembang, meningkatkan pelayanan kepada anggota, serta memperkuat peran koperasi sebagai penopang kesejahteraan keluarga besar MAN 2 Jakarta. (Iqbal)

Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) Sebanyak sembilan siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 2 Jakarta mengadakan kegiatan sosialisasi Keamanan Pangan Sekolah secara serentak di delapan madrasah pada hari Kamis, 12 Februari 2026. Kesembilan kader ini berkunjung ke delapan madrasah di wilayah Jakarta Timur, yakni MTsN 7 Jakarta, MtsN 22 Jakarta, MTsN 29 Jakarta, MtSn 30 Jakarta, MAN 6 Jakarta, MAN 14 Jakarta, MAN 15 Jakarta, dan MAN 25 Jakarta. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian siswa terhadap pentingnya konsumsi makanan yang aman, sehat, dan higienis di lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan sosialisasi ini dilakukan dalam rangka mengikuti lomba Keamanan Pangan Sekolah tingkat Nasional. Berdasarkan penilaian awal BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan), MAN 2 Jakarta meraih skor tertinggi di Jakarta Timur sehingga layak untuk maju ke tingkat nasional.
Kegiatan sosialisasi Keamanan Pangan Sekolah ditekankan pada Pangan Jajan Anak Sekolah (PJAS) yng melibatkan siswa sebagai agen edukasi yang memberikan pemahaman mengenai bahaya pangan yang tidak memenuhi standar kesehatan. Materi yang disampaikan meliputi pengenalan ciri-ciri makanan yang aman dikonsumsi, bahaya bahan tambahan pangan berbahaya, serta pentingnya menjaga kebersihan makanan dan lingkungan kantin sekolah.
Ketua Tim Keamanan Pangan MAN 2 Jakarta, Yuyum Daryumi, menyampaikan bahwa program ini bertujuan menumbuhkan kesadaran siswa sejak dini agar lebih selektif dalam memilih makanan. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung tumbuh kembang peserta didik. “Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya menjadi penerima informasi, tetapi juga berperan aktif sebagai penyampai edukasi kepada teman sebaya dan masyarakat sekolah,” ujarnya.
Sosialisasi dilakukan melalui berbagai metode menarik, seperti presentasi interaktif, pembagian leaflet edukasi, dan diskusi,. Antusiasme peserta terlihat dari partisipasi aktif siswa dalam sesi tanya jawab dan praktik mengenali pangan yang aman. Salah satu peserta sosialisasi mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru terkait keamanan pangan. “Selama ini saya tiidak terlalu memperhatikan zat pengawet ataupun pewarna makanan yang saya konsumsi. Sekarang saya menjadi leboh tahu tentang bahaya makanan yang menggunakan zat kimia tersebut” ujar Safa, salah satu peserta dari MAN 14 Jakarta. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan agar kesadaran akan pentingnya makanan sehat semakin meningkat di kalangan pelajar.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, MAN 2 Jakarta berharap dapat berkontribusi dalam mendukung program pemerintah mengenai keamanan pangan serta mewujudkan generasi muda yang sehat dan cerdas. (Yuyum)




