akarta (Humas MAN 2 Jkt) —Zona Integritas (ZI) bukan sekadar program administratif atau rangkaian penilaian formal di sebuah lembaga. Lebih dari itu, ZI merupakan pondasi untuk membangun budaya kerja yang jujur, profesional, transparan, dan berorientasi pada pelayanan. Di tengah tuntutan masyarakat yang semakin kritis terhadap kualitas layanan publik, keberadaan Zona Integritas menjadi simbol keseriusan lembaga dalam menghadirkan perubahan nyata.
Inilah yang menjadi tekad kuat MAN 2 Jakarta untuk terus berjuang menuju predikat yang lebih tinggi, yakni WBBM (Wilayah Bebas Bersih Melayani).Setelah mengikuti rangkaian tahapan penilaian, kini MAN 2 Jakarta sedang berproses mengikuti penilaian tahap II.
Setelah eviden dilengkapi, hari ini, Rabu 13 Mei 2026, Tim Penilai dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama melakukan Evaluasi terhadap pembangunan ZI di MAN 2 Jakarta. Tim penilai yang dipimpin Mawariatul Janawatimenyampaikan beberapa masukan untuk enam area.
Pada kesempatan itu Janawati menyampaikan bahwa MAN 2 Jakarta dinyatakan lolos Tahap II Penilaian Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Kabar tersebut menjadi suntikan semangat sekaligus pengingat bahwa perjuangan menuju predikat WBBM belum selesai. Tim Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama menegaskan bahwa seluruh unsur madrasah harus bekerja lebih keras, menjaga konsistensi, serta menghadirkan inovasi pelayanan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
“Perjalanan menuju WBBM membutuhkan komitmen kuat, kerja kolektif, dan budaya pelayanan yang terus hidup di lingkungan madrasah,” tegas Janawati.
Lolosnya MAN 2 Jakarta ke Tahap II menjadi indikator bahwa implementasi reformasi birokrasi di lingkungan madrasah berjalan dengan baik. Berbagai aspek penilaian meliputi tata kelola kelembagaan, penguatan akuntabilitas, kualitas pelayanan publik, inovasi digital, hingga budaya kerja berbasis integritas.
Kepala MAN 2 Jakarta, Aceng Solihin, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan ini bukan alasan untuk berpuas diri.
“Ini adalah hasil kerja bersama seluruh warga madrasah. Tetapi tantangan ke depan jauh lebih besar. Kita harus memastikan budaya integritas tidak hanya terlihat saat penilaian, melainkan menjadi karakter dalam setiap pelayanan dan aktivitas sehari-hari,” ujarnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, MAN 2 Jakarta terus melakukan berbagai pembenahan untuk mendukung pembangunan Zona Integritas. Digitalisasi layanan administrasi, penguatan pelayanan terpadu, keterbukaan informasi publik, hingga peningkatan budaya disiplin menjadi bagian dari transformasi yang dijalankan secara berkelanjutan.
Predikat WBBM sendiri merupakan bentuk penghargaan bagi satuan kerja yang dinilai berhasil menghadirkan birokrasi bersih, bebas korupsi, serta memiliki kualitas pelayanan publik yang prima.
Dengan semangat kolaborasi dan komitmen yang terus dijaga, MAN 2 Jakarta optimistis mampu melangkah lebih jauh sebagai madrasah yang tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga dalam budaya integritas dan pelayanan publik.(Yuyum Daryumi)




