Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) –Tim Riset Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) MAN 2 Jakarta menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I bidang Ekoteologi dan Juara III bidang Sustainable Development Goals (SDGs) pada Awarding Jakarta Madrasah Competition di JICC Senayan, 18 Oktober 2026. Capaian ini menjadi bukti komitmen GTK MAN 2 Jakarta dalam mengembangkan inovasi dan penelitian yang relevan dengan kebutuhan madrasah, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi persoalan lingkungan dan kesejahteraan siswa.

Pada bidang Ekoteologi, Anita Fatmawati dan Widi Utami Dewi berhasil meraih Juara I melalui penelitian berjudul ECO:CANTEEN 2.0: Sinergi Green Chemistry dan Fikih Bi’ah dalam Dekonstruksi Sampah Anorganik Kantin untuk Membentuk Habitus Hijau Siswa MAN 2 Jakarta. Penelitian ini mengintegrasikan prinsip kimia hijau dengan fikih lingkungan sebagai pendekatan inovatif untuk mengatasi persoalan sampah anorganik di kantin madrasah. Gagasan tersebut diharapkan mampu menumbuhkan kebiasaan ramah lingkungan di kalangan siswa melalui perpaduan pengetahuan ilmiah dan nilai-nilai keislaman.

Sementara itu, pada bidang SDGs, Naeni Rohmawati dan Dina Anggraeni meraih Juara III melalui penelitian berjudul Sobat Jiwa (SOJI): Inovasi Dukungan Psikososial Berbasis Teman Sebaya di MAN 2 Jakarta. Penelitian ini mengangkat pentingnya dukungan psikososial antarteman sebagai upaya menciptakan lingkungan madrasah yang lebih peduli terhadap kesehatan mental siswa. Melalui program SOJI, siswa didorong untuk membangun kepedulian, saling mendukung, serta menciptakan ruang interaksi yang positif dan aman bagi teman sebaya.

Naeni menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam ajang riset tersebut bukan sekadar untuk berkompetisi dan meraih penghargaan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan program Sobat Jiwa kepada masyarakat yang lebih luas, khususnya warga MAN 2 Jakarta. Menurutnya, SOJI memiliki manfaat penting bagi siswa di tengah berbagai tantangan sosial dan emosional yang dihadapi generasi muda saat ini.

“Ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana promosi SOJI di MAN 2 Jakarta. Kami ingin menunjukkan bahwa program ini sangat bermanfaat bagi siswa terutama bagi kesehatan mental mereka,” ungkap Naeni.

Keberadaan SOJI menjadi semakin relevan di tengah tantangan kehidupan remaja yang dapat memengaruhi kondisi psikologis dan kesejahteraan emosional mereka. Dukungan teman sebaya diharapkan dapat membantu siswa merasa didengar, dipahami, dan tidak menghadapi persoalannya sendirian. Meski demikian, program ini juga dapat menjadi jembatan bagi siswa untuk memperoleh bantuan dari guru bimbingan dan konseling maupun tenaga profesional apabila menghadapi persoalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Prestasi yang diraih kedua tim tersebut memperlihatkan bahwa riset GTK MAN 2 Jakarta tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lingkungan pendidikan. Inovasi ECO:CANTEEN 2.0 mendorong penguatan budaya peduli lingkungan, sedangkan SOJI memperkuat kepedulian terhadap kesehatan mental siswa. Kedua penelitian ini sejalan dengan upaya MAN 2 Jakarta mewujudkan madrasah yang inovatif, berkarakter, berwawasan lingkungan, serta mendukung tumbuh kembang siswa secara utuh. Dengan demikian, total perolehan medali MAN 2 Jakarta pada Awarding Jakarta Madrasah Competition sebanyak 13 medali. Bravo  MAN 2 Jakarta!(YD)