Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) –MGMP Bahasa Indonesia DKI Jakarta menyelenggarakan kegiatan Bedah Soal Tes Kemampuan Akademik (TKA) Bahasa Indonesia pada Senin, 3 Agustus 2026, bertempat di Aula MAN 2 Jakarta. Kegiatan ini diikuti oleh 60 guru Bahasa Indonesia Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta se-DKI Jakarta sebagai upaya meningkatkan kompetensi guru dalam memahami karakteristik asesmen terbaru serta memperkuat kualitas pembelajaran Bahasa Indonesia di madrasah.
Para peserta memanfaatkan forum ini untuk memperdalam pemahaman mengenai pola, indikator, serta tingkat kompleksitas soal TKA Bahasa Indonesia. Selain menjadi ajang peningkatan kompetensi profesional, kegiatan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman antarguru dalam menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif dan berorientasi pada penguatan kemampuan literasi peserta didik.
Hadir sebagai narasumber, Indri Anatya Permatasari, yang memaparkan secara komprehensif karakteristik soal TKA Bahasa Indonesia. Dalam paparannya, ia mengulas berbagai tipe soal, keterampilan berpikir tingkat tinggi (HOTS), analisis kompetensi yang diukur, serta strategi menyelesaikan soal secara sistematis. Peserta juga diajak menganalisis contoh-contoh soal sehingga memperoleh gambaran yang lebih jelas mengenai tuntutan asesmen yang akan dihadapi siswa.
Melalui kegiatan ini, MGMP Bahasa Indonesia DKI Jakarta berharap para guru mampu mengimplementasikan hasil bedah soal ke dalam proses pembelajaran di kelas. Dengan pemahaman yang lebih mendalam terhadap karakteristik TKA, guru diharapkan dapat merancang pembelajaran yang tidak hanya berfokus pada penguasaan materi, tetapi juga menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan komunikatif pada peserta didik.
Selain mengikuti sesi bedah soal, para guru juga melaksanakan pemilihan pengurus baru MGMP Bahasa Indonesia DKI Jakarta. Proses pemilihan berlangsung secara demokratis melalui mekanisme pemungutan suara yang melibatkan seluruh peserta. Sebanyak delapan kandidat yang mewakili lima wilayah di DKI Jakarta mengikuti proses pemilihan untuk menentukan kepengurusan periode berikutnya.
Berdasarkan hasil pemungutan suara, Hilmawati terpilih sebagai Ketua MGMP Bahasa Indonesia DKI Jakarta. Terpilihnya kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan semangat baru dalam mengembangkan program-program MGMP yang lebih inovatif, kolaboratif, dan adaptif terhadap perkembangan kebijakan pendidikan nasional, khususnya pada pembelajaran Bahasa Indonesia di madrasah.
“Terima kasih atas kepercayaannya kepada kami. Kepengurusan lengkap MGMP insya Allah akan diproses. Mohon dukungan ide, waktu, tenaga, serta keridaan seluruh peserta untuk berkontribusi demi kemajuan MGMP,” ujar Hilmawati usai terpilihnya sebagai ketua MGMP Bahasa Indonesia DKI Jakarta.
Pembentukan kepengurusan baru ini diharapkan semakin memperkuat koordinasi antar-Madrasah Aliyah Negeri dan Swasta di DKI Jakarta. Melalui kepemimpinan yang baru, MGMP diharapkan menjadi wadah profesional yang mampu memfasilitasi peningkatan kompetensi guru, berbagi praktik baik pembelajaran, menyusun perangkat ajar yang berkualitas, serta menghasilkan inovasi pembelajaran yang berdampak langsung pada peningkatan mutu pendidikan.
Kegiatan Bedah Soal TKA sekaligus pembentukan pengurus MGMP Bahasa Indonesia ini menjadi bukti nyata komitmen MGMP Bahasa Indonesia DKI Jakarta dalam meningkatkan profesionalisme guru sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan madrasah. Melalui kolaborasi dan penguatan kompetensi secara berkelanjutan, diharapkan lulusan madrasah semakin siap menghadapi berbagai bentuk asesmen akademik serta mampu menunjukkan prestasi terbaik di tingkat nasional.(YD)


