Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) — Rohani Islam (ROHIS) MAN 2 Jakarta menggelar STARLA (Spiritual Talent and Religious Art) Festival pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 261 siswa MTs dan SMP se-Jabodetabek sebagai ajang kompetisi sekaligus ruang pengembangan bakat, kreativitas, dan wawasan keislaman bagi generasi muda.
STARLA Festival menghadirkan enam cabang lomba, yakni azan, Cerdas Cermat Islam, Musabaqah Hifzil Quran (MHQ), Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ), dai, dan poster digital. Ragam kompetisi tersebut dirancang untuk mengakomodasi kemampuan peserta, baik dalam bidang ibadah, pemahaman agama, seni membaca Al-Qur’an, dakwah, maupun kreativitas di era digital.
Ketua panitia, Felisha Dwi Nov, berharap STARLA Festival dapat menjadi sarana bagi para peserta untuk memperluas wawasan pengetahuan keislaman sekaligus meningkatkan iman dan takwa.
“Kegiatan ini tidak sekadar berorientasi pada kemenangan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para remaja untuk belajar, mengembangkan potensi diri, serta memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.” tegas Felisha.
Kehadiran peserta dari berbagai SMP dan MTs se-Jabodetabek juga menjadi kesempatan untuk membangun silaturahmi dan memperluas jejaring pertemanan antarpelajar. Melalui kompetisi yang sehat, para peserta diharapkan dapat belajar menghargai perbedaan kemampuan, menjunjung sportivitas, serta menjadikan setiap pengalaman sebagai bagian dari proses bertumbuh.
Tidak hanya menyuguhkan kompetisi keagamaan, STARLA Festival tahun ini juga menghadirkan konten kreator sekaligus motivator muda, Indzar Muhammad Aqil Zulfikri, lulusan UIN Sunan Ampel Surabaya. Kehadirannya menjadi daya tarik tersendiri, terutama bagi remaja yang ingin mengembangkan potensi diri dan memanfaatkan media digital secara kreatif serta positif.
Melalui STARLA Festival, ROHIS MAN 2 Jakarta berupaya menghadirkan ruang aktualisasi bagi generasi muda untuk memadukan prestasi, kreativitas, dan nilai-nilai spiritual. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan generasi yang tidak hanya unggul dalam kompetisi, tetapi juga memiliki keimanan yang kuat, akhlak mulia, serta kesiapan menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan jati diri sebagai generasi Islami. (YD)






