Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) — Membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan anak menjadi salah satu kunci dalam mendukung perkembangan karakter, minat, dan bakat remaja. Hal tersebut menjadi fokus kegiatan parenting bagi orang tua/wali siswa kelas X MAN 2 Jakarta dengan tema “Membangun Komunikasi Efektif dan Memahami Minat Bakat Anak” yang disampaikan oleh motivator Nur Falah.

Dalam pemaparannya, Nur Falah menekankan pentingnya pendekatan yang tepat dalam berkomunikasi dengan anak, terutama pada masa remaja yang ditandai dengan perkembangan emosi, pencarian jati diri, dan kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan. Menurutnya, orang tua tidak cukup hanya memberikan nasihat dan arahan, tetapi juga perlu memahami cara anak menerima pesan agar komunikasi terjalin secara efektif dan tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Salah satu pendekatan yang diperkenalkan Falah adalah penggunaan bahasa cinta atau love language. Melalui pendekatan ini, orang tua diajak mengenali cara berkomunikasi yang membuat anak merasa dihargai, diperhatikan, dan benar-benar dicintai. Ungkapan kasih sayang dapat diwujudkan melalui kata-kata positif, waktu berkualitas bersama, pemberian perhatian, bantuan nyata, maupun bentuk apresiasi yang sesuai dengan kebutuhan anak.

“Sentuhan fisik pada anak akan berdampak pada kepercayaan dirinya yang lebih tinggi. Hal ini akan semakin mudah menemukan minat dan bakatnya,” tegas Falah.

Selain membangun komunikasi, Falah mengajak orang tua memahami kecenderungan minat dan bakat anak melalui pengenalan cara berpikir yang kerap dikaitkan dengan otak kanan dan otak kiri. Kecenderungan berpikir logis, analitis, kreatif, maupun imajinatif dapat menjadi pintu awal bagi orang tua untuk mengenali potensi anak. Namun, pengamatan tersebut perlu disertai dialog, pengalaman belajar, dan kesempatan bagi anak untuk mencoba berbagai kegiatan agar minat serta kemampuannya berkembang secara optimal.

Melalui kegiatan parenting ini, orang tua diharapkan tidak terburu-buru memaksakan pilihan pendidikan atau aktivitas berdasarkan keinginan pribadi. Sebaliknya, orang tua perlu menjadi pendamping yang terbuka terhadap pendapat anak, memberikan ruang untuk bereksplorasi, serta mendukung proses anak dalam menemukan potensi dirinya. Komunikasi dua arah yang dilandasi rasa percaya menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan selama masa remaja.

Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi orang tua/wali siswa kelas X MAN 2 Jakarta untuk memperkuat sinergi dengan madrasah dalam mendampingi tumbuh kembang peserta didik. Dengan komunikasi yang efektif dan pemahaman terhadap minat serta bakat anak, keluarga diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan akademik, emosional, dan karakter anak sehingga mereka dapat tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, dan berprestasi. (YD)