Halaman MAN 2 Jakarta pada Minggu pagi, 15 Desember 2019 ini terasa berbeda dari biasanya. Sejak pk. 07.00 akses menuju madrasah ini telah dipenuhi oleh anak muda dari berbagai sekolah di wilayah Jakarta Timur. Ya, pada hari itu MAN 2 Jakarta mengadakan hajatan tahunan yakni Gebyar MAN 2 Jakarta. Kegiatan yang diselenggarakan tiap akhir tahun ini memang bertepatan dengan hari lahir MAN 2 Jakarta yang ke-38.  Banyak agenda menarik yang disuguhkan, seperti tari tradisional Jaipong dan Saman yang mengawali acara pembukaan. Selain itu juga atraksi marching band dan teater dari Galaktika tak luput menarik perhatian ratusan penonton.

Dalam sambutannya kepala MAN 2 Jakarta, Wido Prayoga S.Pd. berpesan agar kegiatan ini berjalan dengan tertib dan aman. “Silahkan kalian hura-hura tanpa menimbulkan huru hara!” demikian imbaunya. Sebanyak sepuluh personel keamanan dari Polsek Ciracas turut terlibat dalam menjaga keamanan kegiatan ini. Maklum, puncak acara Gebyar dimeriahkan oleh tiga grup band papan atas, yakni OM PMR, Feast, dan penyanyi yang sedang hits Fiersa Besari.

OM PMR yang mewakili remaja tahun 90-an membuka pentas musik kali ini. Kepiawaian grup lawas ini dalam meracik kompilasi lagu membuat OM PMR dterima oleh anak muda zaman sekarang.

“Kami sengaja menggelar music lintas generasi, agar semua kalangan dapat menikmatinya,” ungkap Muhammad Faqih, ketua Panitia Gebyar 2019. Tak hanya music lawas, genre kekinian dimunculkan dalam ajang ini. Sebut saja Feast, grup music rock yang beranggotakan Baskara Putra, Adnan S.P. Dicky Renanda, Fikriawan, dan Adrianus Aristo ini cukup menghangatkan lapangan MAN 2 Jakarta dengan lagu hitsnya “Selamat/Sukses”.

Berbeda dengan Feast, penyanyi Fiersa Besari muncul di bagian akhir Gebyar. Dikenal dengan lagu-lagunya yang romantis, Fiersa berhasil membuat histeris penonton yang sebagian kaum hawa. Kepiawaian Fiersa dalam mengaduk emosi penonton dalam  dialognya merupakan kelebihannya sebagai penyanyi sekaligus peuulis. Hampir semua lagu yang dilantunkan Fiersa, merupakan lirk yang tak asing di telinga penonton. sebut saja “Waktu yang Salah”, “Garis Terdepan”, hingga “Celengan Rindu” yang membuat namanya melambung menjadikan suasana MAN 2 Jakarta makin romantis menjelang senja. “Tempat Aku Pulang” menutup rangkaian Gebyar tahun ini. Di tahun ke delapan kegiatan Gebyar Man 2 Jakarta, sekolah akan terus bebenah dan mewadahi kreativitas siswa, khusunya bidang seni dan budaya. (Yuyum Daryumi)