Jakarta (Kemenag) –Perjuangan tiga tim riset MAN 2 Jakarta dalam kompetisi riset tingkat internasional berhasil gemilang. Setelah mengikuti berbagai tahapan kompetisi yang cukup ketat, akhirnya keseluruhan tim berhasil meraih medali emas. Penganugerahan penghargaan yang diselenggarakan di Teater Besar Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat pada 25 April 2025 ini diliputi dengan suasana meriah. Seluruh peserta lomba yang berasal dari berbagai daerah antusias menunggu keputusan dewan juri.
Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, dalam sambutannya berharap agar ajang ini dapat memeperkokoh serta memperkenalkan hasil riset anak bangsa ke mancanegara.
“Kegiatan ini menjadi bukti nyata dari antusiasme lembaga pendidikan terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan riset di kancah global.” tegas Adib.
Meskipun Festival yang diikuti oleh beberapa negara ini berlabel Sains, namun nyatanya beberapa bidang penelitian pun digelar. Penelitian bidang sosial misalnya, MAN 2 Jakarta mengambil penelitian sosial berjudul Bayar Bayar Bayar: A Phenomenology of Sukatani’s Song Controversy – Freedom of Expression and Limits of Sosial Criticsm in Indonesia. Penelitian ini berngkat dari fenomena lagu “Bayar Bayar Bayar” dari Band Sukatani yang sempat marak diperbincangkan di media sosial dan menggiring opini publik yang beragam. Fenomena kritik sosial melalui lagu ini tentu saja memicu banyak kalangan, termasuk remaja MAN 2 Jakarta. Faktanya, hasil penelitian menunjukkan bahwa opini publik sangat berpengaruh terhadap cara pandang remaja. Penelitian ini berhasil membuat juri menempatkan MAN 2 Jakarta di posisi tertinggi bidang penelitian Sosial tingkat SMU.
Selain tiga medali emas di bidang Kimia dan Sosial, MAN 2 Jakarta mendapat penghargaan khusus berupa medai emas dari lembaga Riset Malaysia (Malaysia Young Scientist Accociations).
Penelitian lain di bidang kimia tak kalah menarik. Hatta beserta lima rekannya misalnya, memilih riset tentang Revoira: Smart Bottle Waste Sorting System using Internet of Things and Computer Vision based on Deep Learning. Menurutnya, penelitian ini sangat membantu siswa agar tidak salah memasukkan sampah ke dalam tempanya. Tempat sampah yang menggunakan aplikasi Revoira ini akan menunjukkan sinyal berupa alarm jika kita memasukkan sampah tidak sesuai dengan jenisnya. Seperti diketahui, tempat sampah yang yang sudah dibedakan dengan warna hijau untuk organik, kuning untuk anorganik dan lainnya ternyata masih belum efektif. Tentu saja ini sejalan dengan program Adiwiyata di MAN 2 Jakarta yang akan melaju ke tingkat nasional.
Hatta dan tim riset MAN 2 Jakarta tak berhenti sampai di sini. Mereka akan terus menyempurnakan aplikasi ciptaan mereka agar diraasakan lebih luas oleh masyarakat.
“Selain untuk diikutkan dalam ajang riset internasional beberapa bulan ke depan, kami berharap agar penilitian kami ini dapat dirasakan manfaatnya oleh masyrakat umum,” pungkasnya saat ditemui di TIM usai menerima penghargaan.
Benarlah apa yang dikatakan saintis muda ini. Riset bukan semata demi meraih penghargaan, riset tak hanya pencapaian dan euforia sesaat, namun riset adalah bukti inovasi dan pengabdian untuk keberlanjutan hidup yang lebih baik. (Yuyum D)
Jakarta (Kemenag) –Ruang Teater Besar Taman Ismail Marzuki Jakarta, Selasa siang ini (22/4/) dipenuhi ratusan siswa dan pejabat Kementerian Agama. Bukan untuk menyaksikan pertunjukan seni yang seperti lazimnya digelar di gedung ini, namun sebuah perhelatan bergengsi yang dihadiri para saintis muda. Ya, ajang kompetisi riset kaliber internasional kembali digelar. Kali ini Jakarta yang dipercaya menjadi tuan rumah. Jakarta International Science Fair (JISF) 2025 sendiri merupakan satu dari beberapa rangkaian event riset siswa yang diselenggarakan marathon setiap bulan di berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.
Deni Irawan selaku ketua Indonesian Young Scientist Association) dalam sambutannya berharap agar lebih banyak lagi para saintis muda yang terlibat dalam kompetisi ini.
Sejumlah negara seperti Malaysia, Bangladesh, Korea Selatan, Turki, dan Azerbaijan turut aktif di dalamnya. Tak hanya kalangan remaja, lomba yang mengasah ilmu pengetahuan dan inovasi dan kreatifitas ini juga diikuti oleh siswa sekolah dasar/MI.
Tak ingin menyia-nyiakan kesempatan emas ini, MAN 2 Jakarta Timur mendelagasikan enam tim dalam kompetisi yang berlangsung 22-25 April 2025 ini.
“Target MAN 2 Jakarta adalah emas!” tegas Aceng Solihin, kepala MAN 2 Jakarta Timur saat menghadiri pembukaan kegiatan. Selain melatih budaya kompetisi, Aceng menambahkan bahwa ajang ini juga menempa mental-mental juara yang pantang menyerah, kreatif, dan sportif.
Ini pula yang menjadi salah satu tujuan yang diusung Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. Dalam sambutannya Kepala Kanwil Kemenag Provinsi DKI Jakarta, Abid, menyampaikan bahwa siswa madrasah harus mampu bersaing dengan berbagai pelajar dari berbagai negara baik dalam bidang keterampilan maupun pengetahuan, termasuk riset. Tak pelak lagi, madrasah maju, bermutu, mendunia kini tak sebatas jargon belaka, tapi perlu pembuktian nyata. Selamat berkompetisi, saintis muda madrasah! (Yuyum D)
Jakarta (Kemenag) –Satu periode kepengurusan Koperasi Simpan Pinjam MAN Dua Jakarta, di bulan Maret 2025 ini Koperasi yang beranggotakan Guru dan Tenaga Kependidikan MAN 2 Jakarta kembali digelar. Bersamaan dengan momen menjelang buka puasa bersama, RAT (Rapat Anggota Tahunan) meliputi pembacaan tata tertib rapat, laporan pertanggung jawaban pengurus koperasi, LPJ dan rencana Program pengurus dan pembina.
RAT yang berlangsung di aula SBSN ini dihadiri oleh pengurus dan seluruh anggota koperasi. Dalam laporannya ketua koperasi, Ida Sumarsih, menyampaikan bahwa koperasi secara umum berjalan lancar, namun mengalami beberapa kendala yakni peran modal dari luar karena modal dari intern sangat minim.
“Kami berharap bagi anggota koperasi yang memiliki dana agar menginvestasikan dananya untuk kemajuan usaha koperasi.” ajak Ida.
Koperasi yang telah berbadan hukum ini memiliki 70 anggota yang terdiri dari guru dan karyawan MAN 2 Jakarta.
Selain dalam bentuk usaha Simpan Pinjam, Koperasi MAN Dua Jakarta juga bergerak di bidang kantin sekolah, toko ATK, dan pengadaan seragam tertentu. Dalam sambutannya Aceng Solihin selaku Dewan Pembina berharap agar pengurus mengutamakan kesejahteraan anggotanya. (Yuyum D)
Jakarta (Kemenag) – Gema Ramadhan semakin terdengar memasuki akhir bulan penuh rahmat ini. Selain meningkatkan ibadah sunnah seperti shalat Tarawih dan tadarus, kegiatan Ramadhan di MAN 2 Jakarta diwarnai dengan buka puasa bersama dan pemberian santunan.
Bertempat di aula SBSN, sebanyak 85 mustahiq yang berasal dari siswa MAN 2 Jakarta menerima santunan berupa uang dan sembako pada Kamis, 20 Maret 2025. Pada kesempatan tersebut Kepala MAN 2 Jakarta, Aceng Solihin, menegaskan bahwa para penerima santunan ini jangan berkecil hati, namun syukuri sekecil apa pun nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.
“Tidak ada yang tahu takdir seseorang. Jika kalian sekarang menrima apa yang diberikan oleh saudara-saudara kita, suatu saat nanti mudah-mudahan kalianlah yang menjadi donatur kegiatan seperti ini, “ ujar Aceng.
Kegiatan santunan ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan MAN 2 Jakarta sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap sesama saudara muslim. Santunan ini berasal dari zakat, infaq dan shadaqah seluruh siswa dan GTK yang dikelola oleh Rohis MAN 2 Jakarta.
“Sebaik-baik manusia adalah yang tangannya di atas. Oleh karena itu kami senantiasa menghimbau kepada seluruh siswa dan guru untuk berlomba-lomba memberikan harta terbaiknya di bulan yang penuh berkah ini,” tambah Dahlan selaku ketua panitia. Dahlan berharap di tahun berikutnya makin banyak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan serupa. (Yuyum D)
Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) – Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib, melakukan Monitoring dan Evaluasi terhadap pelaksanaan Ujian Madrasah di MAN 2 Jakarta, Selasa, 18 Maret 2025. Ujian madrasah tahun ini diikuti oleh 303 siswa kelas XII yang menempati 16 ruang ujian.
Ujian yang diselenggarakan sebagai salah satu syarat kelulusan ini dilaksanakan selama tujuh hari sejak tanggal 10 hingga 18 Maret 2025. Adapun materi yang diujikan meliputi bidang Science, Sosial, Kebahasaan, dan Keagamaan. Kepala MAN 2 Jakarta menjelaskan bahwa soal UM disusun oleh guru mata pelajaran yang bersangkutan setelah melalui uji telaah oleh Tim Penelaah Soal.
“Telaah soal dilakukan dengan berpedoman pada kurikulum Merdeka, kesesuaian tahap berpikir, aturan penulisan, hingga konten soal yang bebas dari SARA,” jelas Aceng.
Setelah meninjau ruang panitia, Abid berkesempatan mengunjungi salah satu ruang ujian dan berinteraksi dengan peserta ujian.
“Kerjakan soal dengan teliti, berusaha yang terbaik, dan jangan lupa berdoa memohon pada Allah agar semua yang kalian inginkan dikabulkan!” nasihat Adib yang ditanggapi dengan antusis oleh seluruh peserta ujian.
Secara umum, pelaksanaan Ujian Madrasah di MAN 2 Jakarta berjalan lancar dengan menggunakan aplikasi e learning. Semoga hasil yang diperoleh seluruh siswa memuaskan dan diterima di Perguruan Tinggi Negeri serta Kedinasan sesuai yang mereka harapkan. (Yuyum D)
Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) – Sebanyak 17 calon Imam Shalat Tarawih dilantik oleh Kepala Kankemenag Kota Jakarta Timur, Zulkarnain, Jumat 21 Februari 2025 di aula MAN 2 Jakarta. Seluruh peserta tersebut merupakan siswa MAN 2 Jakarta yang siap menjadi Imam shalat Tarawih pada bulan Ramadhan 1446 H mendatang.
Pelatihan sekaligus pembekalan tersebut dihadiri oleh Kasie Penmad Kota Jakarta Timur, Jumanto, Kepala MAN 2 Jakarta, Ketua Komite MAN 2 Jakarta, orang tua siswa, dan pengurus DKM masjid setempat. Pihak MAN 2 Jakarta telah berkoordinasi dengan sejumlah masjid dan mushalla di wilayah Jakarta Timur dan Bekasi dan disambut baik oleh pengurus DKM masjid dan mushalla
“Kami menyambut dengan gembira niat baik siswa-siswa MAN 2 Jakarta untuk membantu kami dalam penyelenggaraan shalat Tarawih tahun ini, “ ujar Zaenal salah satu pengurus DKM usai mengikuti acara pembekalan.
Senada dengan Zaenal, Zulkarain dalam sambutannya menegaskan bahwa menjadi Imam shalat Tarawih tidak harus mereka yang telah hafal Al Quran.
“Bekal utamanya adalah kalian dapat melafazkan dengan benar ayat demi ayat Al Quran. Jangan malu kalau nanti lupa ayat di tengah bacaan shalat, karena sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Maha Pengampun. Inilh kesempatan kalian menebarkan semangat beribadah di bulan Ramadhan.” tegas Kepala Kandepag Kota Jakarta Timur memberi semangat.
Sebelumnya seluruh calon imam ini telah mengikuti seleksi yang dilakukan oleh guru Agama. Seleksi berdasarkan aspek kepemimpinan, hafalan surat, tartil dalam shalat, dan penguasaan materi ceramah. Adapun penentuan lokasi masjid dan mushalla disepakati berdasarkan tempat tinggal siswa. Di sisi lain, masyarakat makin mengenal warganya dari kalangan muda yang layak dijadikan imam shalat di wilayahnya. Seperti yang dituturkan oleh Ketua Komite MAN 2 Jakarta, Dwi Hartanti bahwa kegiatan ini sebagai wujud nyata pengabdian siswa pada masyarakat yang cukup membanggakan.
“Berbahagialah Bapak Ibu di sini yang putranya terpilih sebagai imam shalat Tarawih. Insya Allah akan diperoleh banyak kebaikan dan keberkahan dengan memiliki anak-anak yang shaleh,” tutur Dwi dengan haru.
Pembekalan dan pelepasan ini ditutup dengan pengalungan sorban pada seluruh imam Shalat Tarawih oleh Kepala Kandepag Kota Jakarta Timur, Zulkarnain. Selamat bertugas, calon imam muda! (Yuyum D)
Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) –Keberadaan pesantren sebagai bagian pendidikan umat, tak diragukan lagi konttribusinya bagi perkembangan pembentukan karakter dan keilmuan di Indonesia. Banyak tokoh di negeri ini yang berasal dari pesantren. Tak hanya menempa santri agar mampu menguasai ilmu keagamaan, pesantren di masa kini juga membekali santrinya menguasai pengetahuan umum dan teknologi. Pesantren Wadi Mubarak misalnya, sejak dirintis tahun 2008, pesantren ini konsisten membentuk santri di bidang tahfiz Al Quran.
Kini pesantren yang berlokasi di Megamendung Bogor ini berencana membangun Madrasah Aliyah. Berdiri di area dataran tinggi yang sejuk, memungkinkan siswa di sini dapat dengan nyaman menimba ilmu agama serta Ilmu Pengetahuan Umum dan Teknologi.
Sebagai langkah awal, Tim Pengembang Madrasah melakukan studi tiru kedua madrasah, di antaranya ke MAN 2 Jakarta Timur pada hari Kamis, 6 Februari 2025.
Disambut hangat oleh seluruh Wakil Kepala Madrasah dan Kepala Tenaga Kependidikan, kegiatan diawali dengan sambutan singkat yang disampaikan oleh Wakil bidang Akademik, Saepul dan M. Fahri Nurfaizun, bagian manajemen Pondok Wadi Mubarak. Selain Ustadz Fahri, hadir pula Sekretaris Yayasan Wadi Mubarak, Muhammad Rofi Udin, Abdul Rouf selaku Wakil Bidang Kurikulum, dan Kepala Manajemen Cabang, Muhammad Tsabit Al Jundi.
Pembelajaran yang akan diterapkan di MA Wadi Mubarak, menurut Ustadz Rofi mengacu pada kurikulum yang ditetapkan Pemerintah dan dipadukan dengan kurikulum keagamaan. Untuk itu pihak Wadi Mubarak melihat bagaimana aplikasi Kurikulum Merdeka yang telah diterapkan oleh MAN 2 Jakarta Timur.
“Kami berterima kasih pada MAN 2 Jakarta yang telah menerima kami dengan baik sekaligus berbagi ilmu dan pengalaman dalam pengembangan kurikulum madrasah. Insya Allah akan kami aplikasikan di madrasah kami.” pungkasnya. (Yuyum D)
Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) –Perhelatan tahunan Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta kembali digelar. Bertempat di Trans Studio Cibubur, seluruh madrasah dari jenjang Madrasah Ibtidaiyah hingga Aliyah telah memenuhi ruangan sejak pagi hari Rabu, 5 Februari 2025.
Ajang bergengsi yang menampilkan prestasi madrasah ini dihadiri oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, Wamen PUPR, Kepala Kantor Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Kasie Pendidikan Madrasah, beserta seluruh kepala madrasah, kepala tenaga kependidikan, wakil kepala madrasah, dan ketua komite. Selain penganugerahan juara, acara yang mengusung konsep busana tradisionl dan mancanegara ini juga menginformasikan program pembangunan sarana di beberapa madrasah yang telah dilakukan selama tahun 2024. Setelah melakukan penandatanganan, Wamen PUPR berharap agar pembangunan sarana madrasah dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pihak madrasah.
Puncak acara yakni pengumuman pemenang Jakarta Madrasah Award 2025 menobatkan MAN 4 Jakarta Selatan sebagai juara umum tingkat Madrasah Aliyah. Sedangkan MAN 2 Jakarta Timur berhasil meraih terbaik 1 bidang prestasi lembaga. Penghargaan diberikan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta, Adib.
Usai menerima penghargaan, Kepala MAN 2 Jakarta Timur, Aceng Solihin berpesan agar MAN 2 Jakarta melakukan persiapan yang lebih matang untuk JMA tahun mendatang. Pembenahan dilakukan dengan menempa kompetensi siswa dan GTK, meningkatkan frekuensi kompetisi di tingkat nasional dan internasional, serta meningkatkan produktifitas siswa dan GTK di bidang penulisan. Melalui langkah tersebut, MAN 2 Jakarta Timur setidaknya dapat memberikan andil prestasi di berbagai bidang.
Hal ini sejalan dengan Menteri Agama, Nasaruddin Umar, yang menyatakan bahwa madrasah kini bukan lagi pilihan terakhir, tapi telah berhasil menjadi pilihan pertama sebagai jalur pendidikan yang patut diperhitungkan.
“Animo dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap madrasah merupakan tantangan besar agar kita terus meningkatkan kualitas pendidikan di masa mendatang.” tegas Nasaruddin.
Nasar menambahkan bahwa ketiga putranya merupakan alumni MAN 4 Jakarta Selatan yang kesemuanya kini telah berhasil menjadi dokter. Hal ini sebagai bukti bahwa madrasah tak bisa dipandang sebelah mata. Madrasah mampu mencetak generasi muslim yang unggul, bermutu, dan mendunia. Selamat kepada seluruh pemenag JMA 2025! (Yuyum D)
Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) –Setelah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Kourpsi (WBK), MAN 2 Jakarta terus melakukan pembenahan, salah satunya dengan melakukan kunjungan ke lembaga lain. Seperti yang dilakukan pada Senin (3 Januari 2025), Tim Pembangunan Zona Integritas MAN 2 Jakarta yang berjumlah 14 orang melakukan kunjungan sekaligus benchmarking ke kantor Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI.
Disambut hangat oleh auditor Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI, Siti Mudayaroh, seluruh Tim ZI MAN 2 Jakarta berkeliling menyaksikan ruang kerja, spot pelayanan publik, hingga suasana kerja di kantor yang berlokasi di Jakarta Selatan tersebut.
Mengelilingi ruang demi ruang di kantor Inspektorat Jenderal Kemenag RI layaknya touring yang memanjakan mata. Tak ada lagi kesan ruang kantor yang bersekat, karena semuanya menyatu dalam ruangan yang lapang. Ruang pimpinan tak lagi dibuat privacy dan eksklusif, tapi berada di ruangan yang sama dengan staf pegawai lain. Menariknya, semua pegawai dapat melakukan pekerjaan di area yang disukai.
“Pegawai di sini dapat menyelesaikan pekerjaan di berbagai spot yang tersedia, tidak harus di satu tempat, dengan harapan tumbuh kreatifitas dan menjaga semangat bekerja,” ujar Mudayaroh.
Benar saja, hampir seluruh ruangan dibuat sangat nyaman dengan desain interior dan penataan yang meanrik. Dapat dikatakan, kantor ini seperti rumah kedua bagi pegawainya. Tak hanya pantry, pojok rehat, dan arena bermain anak, bahkan ruang gym tersedia di sini.
Sembari mengenalkan pada pegawai di bagian keuangan, Siti Mudyaroh menegaskan bahwa terpilihnya MAN 2 Jakarta Timur sebagai satu-satunya madrasah berpredikat WBK di DKI Jakarta merupakan tanggung jawab berat untuk bersiap menuju penilaian WBBM tahun 2026. WBBM merupakan predikat yang diberikan kepada unit kerja yang memenuhi sebagian besar kriteria dalam mengimplementasikan enam area perubahan program reformasi birokrasi serta telah mampu mencegah KKN dan bisa memberikan pelayanan prima.
”Jangan terlalu bereuforia karena beban WBK itu berat dan tuntutan ke depan lebih berat lagi.” tegas Mudayaroh. Beliau menambahkan, pada dasarnya seluruh stakeholder memahami bagaimana cara berinteraksi, bekerja secara profesional, bersosialisasi, dan terutama memberikan pelayanan prima.
Dengan predikat WBK ini MAN 2 Jakarta harus siap menjadi benchmarking madrasah dan lembaga lain. Untuk itu, inovasi dan pembaharuan merupakan hal yang mutlak dilakukan.
Selain itu, sarana dan prasarana menjadi unsur penting yang harus segera dibenahi. Pembenahan ruang publik, misalnya, diupayakan mudah terjangkau dan diakses oleh semua pihak pengguna layanan. Pada kesempatan itu Mudayaroh mengingatkan bahwa pembenahan sarana harus dipersiapkan dengan konsep yang matang serta mempertimbangkan biaya dan tingkat kebermanfaatannya bagi masyarakat. (Yuyum D)
Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) –Sebanyak 121 siswa kelas XII MAN 2 Jakarta telah melakukan finalisasi PDSS (Pangkalan Data Sekolah dan Siswa) pada Jumat, 31 Januari 2025. Finalisasi yang dipandu oleh Tim guru BK ini merupakan bagian dari tahapan Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) yang telah dimulai sejak 6 Januari 2025.
“Kami telah melakukan seleksi intern melalui nilai raport di tiap kelas. Setiap kelas terdapat 15 siswa yang berpeluang mengikuti SNBP (Seleksi Nasioal Berbasis Prestasi).” ujar Susiana Maulida, guru BK yang intensif memandu siswa dalam mengikuti tahapan finalisasi.
Selain memberikan edukasi mengenai jalur masuk PTN, Susiana beserta tiga guru BK lainnya membuka konsultasi baik pribadi maupun berkelompok demi membidik PTN yang sesuai dengan minat dan harapan mereka.
Aurel, misalnya, rela menunggu sejak pagi demi mendapat giliran konsultasi.
“Saya ingin mendapat gambaran lebih jelas mengenai daya saing dan peluang di prodi yang saya inginkan.” tutur siswi yang juga hobi menulis ini. Aurel berencana memilih prodi Sosiologi di Universitas Padjadjaran.
Tak hanya memberikan pelayanan pada siswa, guru BK juga melakukan sosialisasi pada orang tua siswa Kelas XII. Kegiatan yang dilakukan melalui zoom meeting ini diharapkan agar orang tua juga memiliki informasi yang sama sehingga pemilihan jurusan kuliah tidak dilakukan oleh sebelah pihak. Orang tua dan siswa sebaiknya mendapat pemahaman yang tepat mengenai berbagai jalur masuk Perguruan Tinggi Negeri ternasuk kisaran biaya selama kuliah.
“Banyak jalan yang dapat ditempuh siswa untuk memasuki pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, Intinya kami mendorong dan memberikan arahan pada kedua belah pihak, yakni siswa dan orang tua agar teliti dan jeli dalam memilih jurusan,” tegas Kepala MAN 2 Jakarta Timur, Aceng Solihin. Aceng dan seluruh Wali Kelas XII turut hadir dan mendampingi proses finalisasi PDSS. Semoga berbagai upaya yang telah dilakukan membuahkan hasil sesuai harapan. (Yuyum D)
