Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) –Pengetahuan yang benar menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyebaran HIV dan AIDS. Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam kegiatan penyuluhan ABAT (Aku Bangga Aku Tahu) yang diikuti oleh 30 siswa MAN 2 Jakarta, Senin, 28 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di aula  ini menghadirkan dr. Ludfi Martini Adriliananda dari  Puskesmas Kecamatan Ciracas untuk memberikan edukasi kesehatan sekaligus membangun kesadaran generasi muda tentang pentingnya pencegahan dan deteksi dini HIV.

Dalam kegiatan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai HIV dan AIDS secara komprehensif dan mudah dipahami. Materi tidak hanya membahas pengertian HIV dan AIDS, tetapi juga mengenalkan berbagai informasi penting mengenai penularan, pencegahan, serta pentingnya menjaga perilaku hidup sehat. Edukasi diberikan sebagai bekal agar siswa mampu memahami persoalan HIV dan AIDS berdasarkan informasi kesehatan yang benar, bukan berdasarkan mitos atau informasi yang belum terverifikasi.

Salah satu materi yang mendapat perhatian adalah deteksi dini HIV. Tim Poli HIV AIDS Puskesmas Kecamatan Ciracas menjelaskan pentingnya mengetahui status kesehatan melalui pemeriksaan yang tepat. Deteksi dini menjadi bagian penting dalam upaya penanganan HIV karena dapat membantu seseorang memperoleh informasi mengenai kondisi kesehatannya dan mendapatkan tindak lanjut dari tenaga kesehatan apabila diperlukan.

Selain deteksi dini, siswa juga dibekali pengetahuan mengenai berbagai langkah pencegahan HIV dan AIDS. Para peserta diajak untuk memiliki kesadaran dalam menjaga diri, membuat keputusan yang bertanggung jawab, serta menghindari perilaku yang berisiko terhadap penularan HIV. Pesan pencegahan disampaikan dengan pendekatan edukatif agar siswa dapat memahami bahwa menjaga kesehatan merupakan bagian dari tanggung jawab terhadap diri sendiri maupun lingkungan.

“Penyuluhan  HIV dan AIDS bagi remaja bertujuan  agar mereka mendapatkan informasi secara benar dari pihak yang tepat, sehingga mereka dapat memahami dan melakukan pencegahan yang tepat pula,” ujar Ludfi menutup acara.

 

Bagi MAN 2 Jakarta, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendidikan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan peserta didik. Pembelajaran tentang kesehatan tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter siswa agar mampu menjaga diri, berpikir kritis terhadap informasi kesehatan, serta mengambil keputusan secara bertanggung jawab. Sinergi antara madrasah dan Puskesmas Kecamatan Ciracas juga menjadi bentuk kolaborasi dalam mewujudkan generasi muda yang sehat dan berpengetahuan.

Melalui program Aku Bangga Aku Tahu (ABAT), 30 siswa MAN 2 Jakarta diharapkan menjadi generasi yang semakin sadar akan pentingnya kesehatan, memahami HIV dan AIDS secara benar, mengetahui pentingnya deteksi dini, serta mampu menerapkan prinsip-prinsip pencegahan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, membangun generasi sehat tidak cukup hanya dengan memberikan informasi, tetapi juga dengan menanamkan kesadaran bahwa tahu adalah langkah awal untuk peduli, mencegah, dan bertanggung jawab.(YD)