Peningkatan mutu madrasah dapat dicapai dengan berbagai strategi. Salah satu yang perlu dilakukan adalah perumusan ulang program madrasah. Hal ini dimaksudkan agar program yang telah dilaksanakan dapat dievaluasi sehingga terlihat hasilnya.
Bertempat di Grand Diara Hotel, Bogor, pada 10- 11 Agustus 2018, Tim Work Jilid II yang terdiri Kepala Madrasah, Wakil Kepala Madrasah bidang Kurikulum, Bidang Kesiswaan, Bidang Sarana dan Prasarana, dan Bidang Hubungan Masyarakat dan Pengembangan Mutu, beserta beberapa guru merumuskan konsep baru untuk merevisi sekaligus evaluasi program. Di antara program yang menjadiunggulan di MAN2 Jakarta adalah Sebelas Pembiasaan Emas Siswa Madrasah
Konsep awal Sebelas Pembiasaan Emas Siswa Madrasah ini pada mulanya digagas oleh Kepala MAN 2 Jakarta, Dra. Hj. Nurlaelah, M.Pd. Kegiatan pembiasaan yang dikembangkan di madrasah bisa berupa pembiasaan harian, mingguan atau bulanan bahkan mungkin tahunan.
”Sebelas Pembiasaan Emas Siswa Madrasah”, yang diunggulkan tersebut mencakup:
1. Shalat Tepat Waktu dan Berjamaah
2. Mencintai Alquran (Tadarus, Tahfidz dan Tahsin)
3. Memiliki Akhlaq Mulia dan Karakter Bangsa dengan Budaya Emas dan Kata-kata Emas
4. Istiqamah Salat Sunah dan Puasa Sunah
5. Gemar Berinfak dan Bersedekah
6. Senantiasa menjaga Wudu, Memperbanyak Salawat dan Beristighfar
7. Senang Membaca dan Menulis
8. Membiasakan Hidup Jujur: No Nyontek!
9. Bermanfaat bagi Lingkungan Sekitar
10. Senang Berkesenian
11. Berpikir Positif
Dengan mempopulerkan Sebelas Budaya Emas: Senyum, Salam, Sapa, Sopan-Santun (5S), Cium Tangan, Antri, Rapi, Bersih, Hemat, Jujur, dan selalu Mendengar ketika orang lain berbicara. Kebiasaaan-kebiasaan ini disempurnakan dengan kebiasaan untuk mempopulerkan “Sebelas Kata-kata Emas” yaitu membiasakan diri untuk berkata-kata emas dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan madrasah, di rumah atau di masyarakat luas. Kata-kata itu mencakup: Kata Salam, Terima Kasih, Maaf, Tolong, Selamat, Bisa dibantu, Bolehkah, Kita Bisa! (Yel-Yel), Semoga, Menurut pendapat Saya, Madrasah hebat, bermartabat.
Pembiasaan-pembiasaan ini terintegrasi ke dalam kegiatan unggulan yaitu:
1. Program Tahfizh
2. Tadarus
3. Salat Duha
4. One Day One Ayat/Line
5. One Day One Thousand
6. One Day One Structure
7. Gerakan Salat Berjamaah ke Masjid
8. Program Sedekah untuk Sedekah
9. Pembiasaan Puasa Sunah
10. Program Literasi
11. Program Iqro Bil Qolam

Keseluruhan program di atas telah dilakukan dua tahun belakangan ini. Hasilnya, siswa secara perlahan terbiasa membaca Al Quran (tadarus) di pagi hari, menghafal beberapa surat yang ditentukan dengan cara satu hari harus menghafal minimal satu ayat. Dengan dipandu Ustazd Luthfi Assagaf, S.Ag. secara serempak seluruh siswa melantunkan ayat suci di lapangan.
Program pembiasaan positif lain adalah one day one thousand. Artinya, dalam sehari minimal siswa mampumenyumbang sebesar seribu rupiah. Kotak amal itu setelah shalat dhuha diserahkan pada bendahara dana sosial, Fitriah S.Ag. Beliau mengatakan, “Dana infak tersebut diperuntukkan bagi kegiatan keagamaan, renovasi masjid sekolah, takziah, dana bantuan untuk siswa yang mengalami musibah,” dengan cara tersebuut, rasa empati dan peduli siswa MAN 2 Jakarta makin terasah , tidak lagi acuh tak acuh terhadap penderitaan sesamanya.
Program lainya yakni literasi, yakni pembiasaan membaca buku non-pelajaran sebelum memulai Kegiatan Belajar Mengajar di kelas. Membaca buku cerita pun dilakukan di lapanganselama 15 menit. Dipandu oleh lima guru Bahasa Indonesia, kegiatan literasi ini sesekali diselingi dengan presentasi beberapa siswa yang menceritakan tentang isi bukuyang dibacanya.
“Bercerita di hadapan teman-teman satu madrasah itu rasanya sesuatu banget. Senan campur gugup, karena kita tiba-tiba ditunjuk guru Bahasa Indonesia.” Ungkap Rafi, siswa kelas XII Bahasa.
Satu program baru yang dimunculkan di MAN 2 Jakarta adalah Iqra bil Qalam. Program ini berupa kegiatan menulis isi Al Quran pada kitab yang dicetak tipis. Menjelang pembagian raport, siswa dituntut menuntaskan tulisannya pada ustadz yang ditunjuk, sebagai syarat pengambilan raport
Seluruh kegiatan pengembangan diri dinilai dan dilaporkan secara berkala kepada Kepala Madrasah, Komite Madrasah, dan orang tua dalam bentuk huruf untuk menggambarkan tingkat ketercapaian, dengan menggunakan kategori sebagai berikut. Dengan demikian selalu terjalin komunikasi antara sekolah, komite, dan orang tua. Semua pihak pun merasa memiliki dan bertanggung jawab terhadap kemajuan MAN 2 Jakarta. (Yuyum Daryumi)