Jakarta (Humas-MAN 2 Jkt) —Seperti ingin terus mengulang kesuksesan, Kennysia Apridawati Azzahrasari dan Naila Zahwa kembali mengukir  namanya dalam ajang kompetensi bergengsi, MYRES (Madrasah Young Researcher Super Camp). Tahun ini, keduanya berhasil meraih juara Harapan 1 bidang Ilmu Keagamaan Islam. Keduanya mengusung penelitian tentang  Analisis Corak Radikalisme dari Dokumen Peninggalan Pelaku Terorisme (Studi Kasus Surat Wasiat Lukman dan Zakiah ).

Ide penelitian ini berangkat dari peristiwa pemboman Mabes Polri dan di depan Gereja Katedral Makassar. Surat wasiat kedua pelaku bom bunuh diri ini, Zakiah Aini dan Lukman,  memiliki kemiripan. Dalam surat wasiat itu, keduanya berharap agar keluarga yang ditinggalkan tidak meninggalkan ibadah. Keduanya juga menyinggung soal jangan berhubungan dengan bank karena hal tersebut riba dan tidak diberkahi.

Berangkat dari peristiwa tersebut, Kenny dan Naila  tergelitik untuk melakukan analisis berdasar surat wasiat yang ditulis oleh kedua pelaku bom bunuh diri tersebut. Naila menyebutkan bahwa  maraknya radikalisme yang masih menjadi masalah besar di Indonesia dan banyak menyasar kepada kalangan generasi milenial.

“Dua kasus terakhir yang terjadi di tahun 2021 menarik perhatian kami, karena berbeda dengan kasus lainnya. Lukman dan Zakiah meninggalkan surat wasiat yang isinya secara terang-terangan mengatasnamakan ajaran  agama Islam. Padahal agama Islam diyakini oleh umatnya sebagai agama rahmatan lil alamin yaitu rahmat bagi seluruh alam’” papar Naila.

Penelitian yang dilakukan Naila dan Kennysia menunjukkan bahwa ditemukan narasi radikalisme berupa:

  1. Narasi radikalisme kegaamaan yaitu harus kembali kepada agama yang benar dan mewajibkan yang sunnah mengharamkan yang mubah dan makruh
  2. Narasi sosial-kemasyarakatan yaitu hanya bersosialisasi dan berkomunitas dengan seagama dan selairan saja
  3. Narasi politik yaitu negara yang tidak berdasarkan hukum agama berarti kafir

Kenny-Naila bersaing dengan 4.116 peneliti muda tingkat Madrasah Aliyah   di seluruh Indonesia. Kompetisi tahunan yang digelar Kementerian Agama ini mengajak para siswa madrasah untuk berpikir kritis melalui kegiatan penelitian. Panitia membagi tiga bidang penelitian, yakni  Sains Matematika dan Pengembangan Teknologi,  Sosial dan kemanusiaan (Sosial Humaniora), serta  bidang Ilmu Keagamaan.

“Kami bersyukur karena MAN 2 Jakarta telah berkontribusi dalam ajang MYRES tahun ini, “ ujar Kepala MAN 2 Jakarta, Wido Prayoga, S.Pd.  saat menghadiri  acara Grand Final Penganugerahan di Hotel   Surabaya, Minggu, 5 Desember 2021.

Menjelang acara puncak, ballroom Hotel Shangri-La Surabaya telah dipadati pengunjung dari berbagai daerah. Ya, tak hanya penganugerahan pada para peneliti terpilih, Seluruh Finalis menggelar pameran di masing-masing stand yang telah disediakan.

Senada dengan Kepala Madrasah, Kenny dan Naila berharap agar penelitian mereka  menjadi salah satu tolak ukur untuk membangun kontra narasi radikalisme di kalangan generasi millennial dan gen Z.

Selain MAN 2 Jakarta, kontingen Jakarta yang membawa nama harum di ajang kompetensi ilmiah ini di antaranya MAN 9 Jakarta ( Juara 1 bidang Ilmu Keagamaan), MTsS Istiqlal Jakarta (Juara 1 Bidang Ilmu Keagamaan), MTsN 5 Jakarta (Harapan 1 Bidang Ilmu Keagamaan), MTsN 12 Jakarta (Harapan 1 Bidang Sosial dan Humaniora), MAN 7 Jakarta (Harapan 2 Bidang Keagamaan), MTsN 20 Jakarta (Harapan 3 Bidang Sosial dan Humaniora). Bravo, peneliti muda DKI Jakarta! (Yuyum D)