Jakarta (Humas MAN 2 Jkt) —  MAN 2 Jakarta melaksanakan kegiatan pembagian Hasil Belajar Tengah Semester (HBTS) ganjil bagi siswa kelas X, XI, dan XII, Jumat, 9 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi kesempatan untuk melakukan  evaluasi perkembangan akademik siswa sekaligus memperkuat komunikasi antara pihak madrasah dan orang tua dalam mendukung keberhasilan belajar peserta didik. Kegiatan dilakukan secara daring melalui zoom meeting agar orang tua dapat mengikutinya asecara fleksibel.

Kepala MAN 2 Jakarta, Aceng Solihin,  mengajak seluruh orang tua untuk menjalin kerja sama yang erat dengan madrasah dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga membutuhkan pendampingan, perhatian, dan motivasi dari keluarga. Sinergi antara guru dan orang tua diharapkan mampu membangun lingkungan belajar yang positif dan mendorong siswa meraih hasil terbaik.

Dalam kesempatan tersebut, wali kelas juga mengingatkan siswa kelas X yang belum menyelesaikan program matrikulasi keagamaan agar segera menuntaskan kewajibannya, khususnya melalui setoran hafalan. Program ini menjadi bagian penting dalam memperkuat kemampuan dasar keagamaan siswa sekaligus menanamkan kedisiplinan dan tanggung jawab dalam menjalankan proses pembelajaran di madrasah.

Mendukung program tersebut, ketua Komite, Dwi Hartanti mengajak agar orang tua mendukung program madrasah demi mengasah bakat dan minat murid.

Sementara itu, Rian Fadillah selaku Wali Kelas XI A mengingatkan siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) agar meningkatkan intensitas belajar. Siswa diharapkan lebih disiplin dalam mengatur waktu, memperdalam materi yang belum dikuasai, serta aktif berkonsultasi dengan guru untuk mengatasi kesulitan belajar. Evaluasi hasil belajar ini hendaknya menjadi motivasi untuk memperbaiki capaian akademik pada periode berikutnya.

Melalui pembagian HBTS ganjil ini, MAN 2 Jakarta berharap siswa dapat memahami perkembangan hasil belajarnya secara objektif dan menjadikannya sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan prestasi. Dukungan orang tua, pendampingan guru, serta komitmen siswa untuk terus belajar menjadi kunci dalam mewujudkan generasi madrasah yang unggul, berkarakter, religius, dan berprestasi. (YD)