Sebanyak delapan guru mata pelajaran inti MAN 2 Jakarta mengikuti Bimbingan Teknis dan Training of Trainer (ToT) lanjutan di Green Peak hotel & Convention Cisarua, Bogor pada 15-17 September 2018. Kegiatan ini dilakukan untuk mencetak calon instruktur Kurikulum 2013 madrasah di DKI Jakarta. Meski demikian, peserta bimtek kali ini tak hanya berasal dari DKI Jakarta, beberapa peserta di anataranya berasal dari luar Jakarta, seperti Kepulauan Riau.

Kegiatan Bimtek ToT ini diselenggarakan oleh Pengurus PGMI (Persatuan Guru Madrasah Indonesia) DKI Jakarta. “Sebagai wadah organisasi profesi guru, PGMI merasa terpanggil untuk membantu dalam melakukan sosialisasi Kurikulum 2013,” UJAR Dra. Hj. Nurlaelah, M.Pd. selaku panitia penyelenggara. Menurutnya, secara umum guru madrasah belum memahami konsep k13. Dengan guru intiinimereka menjaditutor sebaya.

Bimbingan teknis kali ini merupakan kegiatan lanjutan yang telah dilakukan pada bulan Februari 2018 yang bertempat di MAN 4 Jakarta. “Seorang guru harus mampu mendesain pembelajaran, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, dan melakukan evaluasi sebagi tolak ukur keberhasilan pembelajaran,” ujar Drs. Sutjipto, M.Pd. selaku narasumber utama dalam bimtek kali ini. Fakta menunjukkan bahwa tidak semua guru madrasah mampu melakukan langkah-langkah itu semua. Perencanaan pembelajaran yang tidak matang dan kurang mempertimbangkan kemampuan dan kondisi siswa, dapat dipastikan akan menghasilkan pembelajaran yang tidak maksimal. Akibatnya output siswa madrasah jauh dari yang diharapkan.

Selain perencanaan, hal yang menjadi masalah bagi guru madrasah adalah penyusunan soal HOTS. HOTS (Higher Order Thinking Skills) merupakan kemampuan berpikir yang tidak sekedar mengingat (recall), menyatakan kembali (restate), atau merujuk tanpa melakukan pengolahan (recite). Soal-soal HOTS mengukur kemampuan: transfer satu konsep ke konsep lainnya; memproses dan menerapkan informasi; mencari kaitan dari berbagai informasi yang berbeda-beda; menggunakan informasi untuk menyelesaikan masalah; menelaah ide dan informasi secara kritis.

Kriteria soal HOTS sendiri di antaranya: mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi; meminimalkan aspek mengingat dan memahami; berbasis permasalahan kontekstual; stimulus menarik; familiar, dan kebaruan. “Saya sering kesulitan dalam menyusun soal HOTS, termasuk bagaimana penerapan Kurikulum 2013 yang seharusnya dalam pembelajaran. Jadi dengan adanya kegiatan ini sangat membantu saya dalam pembelajaran, “ ujar Mery, salah seorang peserta ToT dari MAN 2 Pekanbaru, Kepulauan Riau.

 

Kegiatan ini didorong oleh semakin mendesaknya tuntutan guru madrasah untuk menguasai dan menerapkan Kurikulum 2013 secara menyeluruh. “ Kualitas lulusan madrasah sendiri kan selama ini masih harus mengejar sekolah umum (SMU), dalam hal nilai UN atau prestasi umum lainnya. Oleh karena itu, salah satu hal yang perlu dibenahi adalah meningkatkan kualitas kinerja guru madrasah sendiri, “ ujar Aceng Solihin, M.Pd. selaku ketua panitia.

Training of Trainer terbagi dalam 5 angkatan sesuai dengan jenjang pendidikan. Angkatan pertama dan kedua untuk guru MA yang dilaksanakan pada tanggal 13-17 September 2018. Angkatan ketiga dan keempat dengan peserta guru MTs. dilaksanakan pada 18-22 September 2018, dan Angkatan kelima dengan peserta guru MI pada22-23 September 2018. Dengan total peserta 225 guru dari wilayah DKI Jakarta, Banten, dan Kepulauan Riau.di masa mendatang PGMI berencana akan terus melakukan pembenahan tidak hanya pada guru tapi juga pada tenaga kependidikan untuk menjadikan madrasah yang hebat bermartabat. (Yuyum Daryumi)