Ada banyak cara manusia mendekatkan diri pada Illahi. Zikir, tadarus, shalat malam, puasa sunat dan yang lainnya. Upaya tersebut dilakukan sebagai bentuk rasa cinta dan taqwa seorang hamba pada Sang Khaliq. Di MAN 2 Jakarta cara-cara tersebut telah mulai dilakukan sejak beberapa tahun belakangan ini. Menjelang pembelajaran, tepat pukul 6.30 seluruh siswa telah berada di halaman sekolah. Bukan untuk upacara, melainkan mengkaji Al Quran, bertadarus, melantunkan ayat suci, menghafalnya minimal satu ayat dalam sehari, melakukan kajian kitab di setiap Jumat, dan terakhir melakukan shalat Dhuha sebanyak empat rakaat.
Selain pembiasaan shalat Dhuha, sewaktu-waktu siswa juga dibiasakan untuk melakukan shalat ghaib. Shalat ini dilaksanakan jika ada salah seorang dari keluarga, teman, atau para guru dan alim ulama yang meninggal dunia. Pada mulanya siswa merasa ganjil dengan pelaksanaan shalat ghaib ini. Maklum, shalat ghaib biasanya hanya dilakukan oleh orang tua mereka di lingkungan rumah. Setelah diberikan materi tata cara shalat ghaib, maka lama-kelamaan mereka terbiasa dengan salah satu shalat ini.
“Pada praktik shalat ghaib terdapat banyak hikmah bagi kita, yaitu mengingatkan kita pada kematian, mengingatkan kita akan singkatnya hidup, pada dosa-dosa yang kita lakukan sehingga menjadikan kita lebih banyak bertaubat, dan masih banyak lagi.” Demikian penjelasan Samian, S.Pd., salah seorang guru BK sekaligus pengisi materi kegiatan TTD.
Shalat ghaib kali ini dilaksanakan khusus untuk almarhumah Ibu Saichatun binti Djasan yang meninggal pada tanggal 13 April 2018. Almarhumah merupakan ibunda Bapak Saiful Mujab, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi DKI Jakarta. Semoga almarhumah khusnul khatimah dan diampuni segala kekhilafannya.
Pembiasaan shalat sunnah, khususnya shalat ghaib ini sangat tepat dilakukan sebagai sarana refleksi diri. Seperti diketahui bahwa kehidupan duniawi bagaikan tak ada habisnya. Jika tak diimbangi dengan zikir dan doa, maka akan sangat sedikit kesempatan bagi kita untuk merenungi diri atas segala perbuatan yang telah dilakukan. Semoga kita termasuk ke dalam hamba-Nya yang senantiasa mengingat dan mendekat pada Allah SWT. (Yuyum Daryumi)