Jakarta (Humas-MAN 2 Jkt) — Setelah bertanding selama tiga hari akhirnya Tim Debat MAN 2 Jakarta menuai hasil manis yang patut dibanggakan. Keluar sebagai juara pertama Lomba Debat History Fair UI 2021, MAN 2 Jakarta berhasil mengalahkan 24 tim dari berbagai siswa SMU/Sederajat se-Indonesia. Pencapaian ini tentu tak bisa diraih begitu saja. Persiapan materi debat baik dalam hal penguasaan materi debat, kemampuan berbicara, berargumenm dan berpikir kritis.

Studi Klub Sejarah Universitas Indonesia sendiri mengangkat tema besar “Jalur Rempah sebagai Poros Maritim Dunia” pada lomba debat tahun ini. Seperti diketahui, sejak tahun 2016 Pemerintah  Indonesia telah mengajukan ke UNESCO sebagai poros rempah dunia, Namun hingga saat ini, usulan tersebut belum terwujud.

Tim debat yang terdiri Vio Nanda Ardiansyah, Mohammad Rasyid Al-Kautsar, dan Nabila Zahra Harmon. Seluruh peserta diharuskan menyiapkan 19 mosi pro dan kontra sehari sebelum pelaksanaan lomba. Keterbatasan waktu tersebut menjadikan tantangan tersendiri bagi peserta.

“Saya memepersiapkan seluruh materi dengan membaca literatur dari berbagai sumber, termasuk buku, jurnal, dan laman digital terpercaya,” ujar Mohammad Rasyid Al Kautsar. Siswa kelas XI IPS ini juga menyiapkan diri dengan berlatih intensif selama tiga bulan. Di bawah bimbingan guru bidang studi Sejarah, Endang Palupi, M.Pd. dan Tyas Ayu Karyasih, S.Pd., akhirnya tim ini berhasil mematahkan argument SMAN 2 Jakarta di sesi final pada Rabu, 7 Oktober 2021.

“Bagi MAN 2 Jakarta, lomba debat Sejarah ini merupakan lomba yang pertama kali diikuti, sehingga kami merasa harus benar-benar mempersiapkannya dengan maksimal, “ ujar Tyas usai menyaksikan pengumuman pemenang. Senada dengan Tyas, Endang Palupi sendiri menyatakan bahwa pencapaian ini bukanlah semata-mata sebuah prestise, namun sebagai pembuktian bahwa siswa madrasah siap menjadi bagian sejarah yang turut menggaungkan Indonesia sebagai poros rempah dunia.

Hal yang membanggakan, selain tim debat MAN 2 Jakarta terpilih sebagai peringkat pertama, salah satu peserta yakni, Mohamad Rasyid Al-Kautsar, dinobatkan sebagai Best Debater. Kelebihannya dalam penguasaan materi mengenai poros rempah nusantara serta jalur maritim dan cara penyampaiannya yang tidak mematahkan lawan menjadikan seluruh juri sepakat bahwa Rasyid layak menjadi peserta terbaik. Dengan indikator tersebut, juri memberi poin 99 sebagai nilai sempurna pada Rasyid.

“ Terpilih menjadi Best Debater kali  ini merupakan bonus bagi saya. Ini adalah kesempatan Indonesia menjadi negara maju yang digdaya dengan kekayaan rempah dan  maritim istimewa yang tak dimiliki negara lain” ungkap Rasyid. Dia berniat akan menggaungkan Indonesia sebagai poros rempah dunia, hingga kelak diakui oleh UNESCO.

Benar adanya bahwa  rempah bukan sekadar komoditi, namun membawa nilai (value) dan gaya hidup (lifestyle) untuk peradaban global. Begitu pentingnya rempah-rempah dalam kehidupan manusia sehingga ia menjadi penghela perkembangan ekonomi, sosial budaya, dan politik negara kita dalam skala lokal dan global. (Yuyum D)