Jakarta (Humas-MAN 2 Jkt) — Pembangunan Gedung bagi sebuah Lembaga Pendidikan merupakan suatu keharusan. Sebagai pendukung keberlangsungan proses belajar, sarana gedung yang memadai menjadikan kualitas meningkat. Hal inilah yang mendasari dilakukannya pembangunan Gedung Laboratorium Terpadu MAN 2 Jakarta. Pembangunan yang direncanakan selesai dalam waktu 93 hari ini memulai peletakan batu pertama pada ari Kamis, 1 Oktober 2020.

 

Mengingat pandemi yang belum mereda, acara yang dihadiri oleh pejabat Kementerian Agama dan tokoh masyarakat ini berlangsung singkat dengan tetap melaksanakan protocol Kesehatan. Pembangunan Gedung dengan dana SBSN (Surat Berharga Syariah Negara) ini dikerjakan oleh tiga perusahaan, yakni PT Cemara Muto Semesta selaku konsultan perencana, PT Huda Tata Sarana selaku konsultan pengawas, dan PT Carresih Abadi sebagai pelaksana konstruksi.

Dalam sambutannya, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan, DR. H.A. Umar, MA berpesan pada pelaksana pembangunan Gedung agar dapat melaksanakan pembangunan dengan sangat hati-hati dan penuh amanah.

“Kerjakan kontrak dengan sebaik-baiknya, jaga kualitas, tepat waktu, dan lancer pencairannya,” demikian DR. H. A. Umar, MA berpesan.

 

Gedung Laboratorium Terpadu ini rencananya akan dibangun dua lantai, yang terdiri dari laboratorium Fisika, Kimia, Biologi, Bahasa, dan Keagamaan di lantai satu. Sedangkan lantai dua diperuntukkan bagi ruang perpustakaan. Keberadaan ruang laboratorium di MAN 2 Jakarta merupakan kebutuhan urgent mengingat di madrasah ini dibuka empat program , yakni program IPA, IPS, Bahasa, dan Agama. Dengan adanya laboratorium terpadu, diharapkan kegiatan pembelajaran akan lebih nyaman dan gairah siswa dalam dunia penelitian makin tinggi. Seperti diketahui, semangat meneliti siswa madrasah masih rendah bebrapa tahun belakangan. Namun di masa pandemi ini justru terjadi lonjakan semangat meneliti. Jika tahun 2019 terdapat 1018 proposal penelitian yang dimajukan, maka tahun 2020 ini juri harus bekerja keras dengan menilai 6500 proposal penelitian. Artinya geliat meneliti di kalangan madrasah mulai terlihat.

 

Berdasar kondisi itulah Gedung Laboratorium Terpadu diharapkan mampu melecut siswa untuk mencari inovasi baru yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Pendidikan menjadi  tanggung jawab kita Bersama. Dari sinilah nanti akan muncul generasi yang berbeda dengan kita saat ini. Generasi mendatang jauh lebih menguasai dunia IT dan teknologi serba canggih lain.” Ujar H. Sugito, Kepala Bidang Tata Usaha sekaligus mewakili Kepala Kanwil Kemenag Prov. DKI Jakarta, H. Saiful Mujab, MA.

 

Banyak harapan yang dititipkan dengan dibangunnya Gedung Laboratorium Terpadu ini, seperti harapan Direktur KSKK agar nantinya Gedung ini dapat dimanfaatkan tak hanya oleh siswa MAN 2 Jakarta, tapi oleh madrasah sekitar yang hendak melakukan penelitian maupun memerlukan referensi Pustaka. Dengan demikian pembangunan Gedung ini menumbuhkan dampak positif bagi segala lapisan, terutama para pelaku Pendidikan. (Yuyum Daryumi)