Pagi di salah satu sudut kelas MAN 2 Jakarta sudah ramai dengan senandung puluhan anak kelas X. Nyanyian yang mereka senandungkan bukan tanpa makna. Mereka ternyata sedang menghafal serangkaian fiil, dhomir sebagai bekal awal memahami Al Quran. Adalah Irvan Widodo yang menjadi trainer sekaligus narasumber selama pelatihan berlangsung.


Pelatihan yang berlangsung selama empat hari ini dimulai hari Senin, 18 Maret 2019 dan diikuti oleh seluruh kelas X siswa MAN 2 Jakarta. Selain penyampaian yang menyenangkan, pelatihan metode Tamyiz ini dilengkapi dengan buku Lembar Latihan Tarjamah Al Quran dan Kamus Lengkap Surah Al Baqarah. “Buku ini ditulis atas dasar pemikiran dan kerisauan saya selama menjadi trainer, dengan pertimbangan kemampuan setiap peserta didik yang berbedadalam memahami kandungan ayat suci Al Quran,” demikian Irvan Widodo mengungkapkan di sela istirahat siang itu.


Antusiasme siswa dalam mengikuti pelatihan ini masih terlihat dengan banyaknya peserta hingga hari terakhir. “Enak pelatihannya karena kami sambil menyanyi sehingga tidak terasa akhirnya kamidapat menghafal kosakata yang banyak itu,” ujar Chairunnisa , salah satu peserta pelatihan.


Metode Tamyiz sendiri digagas oleh Prof. Imron Abdul Syukur,seorang ISO Senior Consultant yang telah lama berkecimpung dalam dunia pendidikan. Di beberapa sekolah, metode Tamyiz telah terbukti menghasilkan beberapa lulusan yang mampu memahami Al Quran pada tingkat dasar. Semoga dengan upaya ini akan semakin menambah generasi millennial yang cinta Al Quran. (Yuyum Daryumi)