Bencana alam yang terjadi di Indonesia belakangan ini menuntut semua lapisan masyarakat untuk selalu siap siaga dalam menghadapi berbagai jenis bencana. Sebut saja, gempa bumi yang terjadi akibat letusan Gunung Galunggung pada awal bulan Agustus 2019 ini yang goncangannya hingga ke beberapa wilayah, termasuk Jakarta.
Untuk mengantisipasi hal tersebut MAN 2 Jakarta bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) Provinis DKI Jakarta mengadakan Sosialisasi Sekolah Aman Bencana. Sekolah aman bencana terimplementasikan pada sekolah/madrasah yang mempunyai komtimen budaya aman bencana, sadar akan resiko yang ditimbulkan memliki sarana dan prasarana manajemen penanggulangan bencana, memiliki program kerja yang memadai sebelum dan sesudah bencana, dan satu siap dalam merespon pra bencana tanggap darurat dan pasca bencana.
Menurut Sukendar, kesiapsiagaan sekolah dalam menghadapi bencana adalah mengurangi resiko bencana di sekolah, mengenali daerah bahaya di sekitar sekolah, dan berlatih siaga bencana minimal setahun sekali. Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian dengan langkah yang tepat guna dan berdaya guna, sesuai UU RI No. 24 Tahun 2007.
Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 7 Agustus 2019 ini diikuti oleh 50 peserta yang terdiri tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, siswa anggota PMR serta OSIS MAN 2 Jakarta. Sebagai salah satu anggota POKJA 4, MAN 2 Jakarta memandang perlu terhadap sosialisasi tanggap bencana ini. Dalam sambutannya Kasie Sarana dan PrasaranaKanwil Kemenag DKI Jakarta menyatakan, “Tingkat bencana alam di Jakarta cukup tinggi, terutama bencana kebakaran. Untuk itu perlu pelatihan agar seluruh komponen tanggap bencana, termasuk siswa di madrasah,” ujar Drs. H.Teguh Arminto, M.Pd.
Saat simulasi menghadapi bencanakebakaran, seluruh siswa antusias mengikuti proses simulasi. “Seru kegiatannya. Saya jadi tahu bagaimana menghadapi bencana kebakaran, termasuk menggunakan alat pemedam kebakaran.” Komentar Rizky Maunandar, salah satu peserta kegiatan ini. Di masa mendatang diharapkan setiap warga sekolah mampu menyikapi keadaan bencana dengan sigap, seperti jargon BPBD: Siap, Tanggap, Galang. (Yuyum Daryumi)