Metode hypnoteaching semakin marak digunakan dalam dunia pendidikan saat ini. Istilah ini berasal dari hypnosis yang merupakan dewa Tidur dalam mitologi Yunani. Oleh karena itu, hypnosis sering diidentikkan dengan kondisi tidur. Dalam perkembangannya, pengetahuan hypnosis modern yang berdasarkan Western Hypnotism, hypnosis merupakan suatu STATE, sehingga sering juga disebut secara lengkap sebagai “hypnosis state” atau dalam psikologi populer disebut dalam keadaan”hypnosa”.

Hypnosa state adalah suatu keadaan kesadaran manusia atau the state of consciousness. Kesadaran lainnya adalah normal state, yakni suatu keadaan normal seperti yang kita kenal selama ini. Sedangkan sleep state adalah keadaan tidur total tanpa mimpi atau setara dengan gelombang otak delta. Kelebihan hypnosis state adalah dalam kondisi ini manusia cenderung lebih mudah untuk menyerapsesuatu yang berasal dari luar dirinya, termasuk saran-saran atau sugesti. Hal ini disebabkan dalam kondisi “filter” yang berfungsi sebagai penahan bagi pikiran bawah sadar relative lebih terbuka.

Beberapa orang secara alamiah dapat memasuki “hypnosis state” dengan cepat setiap saat mereka inginkan. Akibatnya mereka dengan mudah menyerap berbagai hal yang berasal dari luar, sehingga jika digunakan secara positif, seperti menyerap pelajaran, maka akan menghasilkan penyerapan yang luar biasa.

Metode hypnoteaching digunakan sebagai metode yang sangat membantu banyak orang untuk mampu berkomunikasi secara efektif dan efisien. Untuk mewujudkannya, tak sedikit yang mengalami hambatan dalam berkomunikasi, baik antara guru dengan murid, orang tua dan anak, kaka dan adik, bahkan antara suami dan istri. Penelitian menunjukkan bahwa 80% perselisihan dalam komunikasi terjadi karena adanya dominasi percakapan yang diinginkan salah satu pihak. Jika saja salah satu pihak yang berselisih tetap sadar menerapkan hypnoteaching, maka perselisihan tidak akan terjadi, hubungan lebih harmonis.

Adapun tahap-tahap pengkondisian dalam melakukan hypnoteaching adalah:
1. Alasan yang kuat mengapa Anda perlu mendidik orang lain.
2. Kenali kondisi Anda saat itu.
3. Kenali kondisi anak/siswa/pasangan/lawan bicara Anda
4. Penyamaan kondisi
5. Penyampaian pesan
Amat penting untuk diperhatikan bahwa pertumbuhan mental manusia memiliki fase yang berbeda, yakni:
1. 0-5 tahun, krisis batin. Pada umumnya anak-anak berusia golden age ini sangat baik dalam menerima semua informasi tanpa ada keinginan untuk menolak.
2. 5-12 tahun, krisis batin. Usia di mana anak-anak mulai memilih idola dalam hidupnya. Bagi seorang anak laki-laki, figure ayah sangat penting. Demikian pula sebaliknya.
3. 12-17 tahun, krisis identitas diri. Remaja mulai berinteraksi dengan lingkungan, memiliki sahabat atau komunitas dalam kesehariannya.
4. 17-20 tahun, krisis aktualisasi diri. Saat beranjak dewasa, anak usia ini ingin sekali menjadi figure seseorang seperti artis, tokoh olahragawan, dll.
Metode hypnoteaching akan berjalan baik dengan dukungan pola bahasa yang dipakai adalah Hypnotic Language Pattern, dengan kondisi sebagai berikut:
1. Gunakan kalimat positif. Hindari kata: jangan, tidak, dilarang, bukan.
2. Kalimat present (sekarang). Hindari kata nanti, coba, akan.
3. Sampaikan secara pribadi. Sebut namanya, dan bukan ciri fisik yang identic/spesifik. (Contoh: Hai, kriting!)
4. Persisten/pergaulan: semakin sering diulang maka semakin kuat efek yang ditimbulkan.

Contoh pola bahasa hypnosis:
“Assalamualaikum, selamat pagi semua, hari ini kalian terlihat berwajah cerah dan bahagia. Ibu/Bapak percaya kalaian semakin rajin. Kita mulai kegiatan hari ini dengan lebih konsentrasi.”
Dalam hal ini pada intinya guru mengajak siswa untuk berbicara dan bertindak positif sehingga tertanam dalam imajinasi siswa bahwa ia seorang anakyang pintar, rajin, bahagia, dan mampu berkonsentrasi di tengah gangguan lingkungan sekitar.

Atau dengan kalimat berikut ini:
“Selamat kepada kalian, hari ini ada kegiatan yang dapat diselesaikan di rumah bersama orang tua/kakak. Ada 10 pertanyaan yang perlu dicari jawabannya. Kalian hanya mengerjakan 5 saja yang paling mudah.”
Pada bagian ini, hindarkan kata-kata: kerjakan, tugas, PR, dll menjadi kata ajakan.

Dari penjelasan di atas sangat mudah dipahami bahwa hypnosis state merupakan bagian alamiah dari kondisi manusia. Bahkan dalam kondisi aktif kita sebenarnya berganti-ganti dengan cepat antara normal state dan hypnosis state. Contoh, ketika kita memasuki pusat perbelanjaan, maka sring kita berhenti untuk mengamati suatu barang yang menarik. Ini artinya kita men-switch diri kita dari normal state ke hypnosis state. Semakin kita mengamati maka biasanya akan semakin tertarik, karena proses penyerapan mulai dilakukan oleh pikiran bawah sadar, dengan melibatkan elemen imajinasi dan emosi. Selamat mencoba! (Yuyum Daryumi)