Memasuki bulan Agustus ini, masyarakata Indonesia dikejutkan dengan berita duka dari Lombok. Ya, salah satu pulau di NTB mengalami gempa berkekuatan7,0 SR Ratusan gedung dan rumah penduduk hancur, dan sekitar 68 oenga dinyatakn meninggal dalam kejadian tersebut.

Menyaksikan berita tersebut di berbagai media, tak pelak gempa Lombok mengundang simpati dari berbagai kalangan. Sejumlah lembaga pemerintah dan swasta melakukan penggalangan dana untuk meringankan para korban gempa. MAN 2 Jakarta pun tak mau ketinggalan. Pada Selasa pagi ini (7/8 2018) seluruh siswa dan para guru melakukan shalat ghaib untuk mendoakan para korban gempa yang telah meninggal. Shalat ghaib dilaksanakan di halaman sekolah, setelah sebelumnya melakukan shalat Dhuha dan taddarus yang telah rutin dilaksanakan.

Suasana hening melingkupi pagi di halaman MAN 2 Jakarta sejak diumumkan pelaksanaan shalat ghaib. Bertindak sebagai imam adalah Ust. Zamal, S.Pd, dan dilanjutkan dengan doa bersama untuk para korban yang telah meninggal, juga untuk seluruh masyarakat Lombok agar diberikan kekuatan dan kesabaran dalam menerima musibah ini.

“Shalat ghaib ini merupakan bentuk kepedulian dan rasa simpati kami keluarga besar MAN 2 Jakarta atas musibah saudara kita yang berada di Lombok. “demikian penjelasan Ust.Zamal, S,Pd seusai memimpin shalat. Kepala MAN 2 Jakarta menambahkan, bahwa shalat ghaib ini telah beberapa kali dilaksanakan di MAN 2 Jakarta, sehingga seluruh siswa telah terbiasa melakukan shalat sunnat ini.

“Shalat ghaib sebagai salah satu shalat sunnah perlu dilatih pada siswa madrasah, mengingat mereka nantinya akan terjun ke lapangan dan mereka wajib mampu menjadi imamnya. “ujar Dra. Hj. Nurlaelah, M.Pd,. Inilah bentuk pembiasaan positif di MAN 2 Jakarta.Selain itu, penggalangan dana juga telah dilakukan secara serentak dari seluruh siswa dan guru.jika rasa peduli dan empati telah dilatih sejak dini, maka kelak dewasa mereka akan menjadi manusia yang humanis dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi. Insya Allah. (Yuyum Daryumi)