Sebanyak tiga atlet Tae Kwon Do MAN 2 Jakarta berhasil menyabet juara 1dan 2 pada turnamen Te Kwon Do Kapolri Cup 2018. Kejuaraan yang dibuka pada 14 September 2018 di Gedung Olahraga POPKI Cibubur ini diikuti diselenggarakan dalam rangka mencari bibit –bibit unggul di cabang Tae Kwon Do. “Kita mendapatkan emas (ASIAN Games 2018) pada cabang Tae Kwon Do. Ini bukti bahwa atlet Tae Kwon Do kita perlu diperhitungkan,” ujar Asisten Kapolri Bidang SDM, Irjen Eko Indra.

Turnamen tingkat nasional yang diikuti 135 kontingen dengan jumlah atlet 2.255 orang yang terdiri dari 137 personel Polri dan 2.118 sipil. Kontingen MAN 2 Jakarta mengirimkan tiga atlet Tae Kwon Do kategori 15-17 tahun, yakni Putri Kalih, Balqis Dien Haque, dan Qotrunnada Azzahra. Setelah mengikuti babak final, akhirnya Balqies Dien Haque berhasil menyabet juara 1 untuk kategori 40 kg, disusul Putri Kalih yang menduduki peringkat kedua, dan Qatrunnada Azzahra di peringkat kedua kategori 60 kg.

Keberhasilan mereka tak lepas dari disiplin dan usaha keras yang telah dilakukan sejakduduk di bangku MTs. Meskipun berbagai kejuaraan ttingkat wilayah DKI Jakarta sering mereka ikuti, tapi selalu adatantangan di setiap turnamen. “Lawan kita bermain sangat bagus dan pada awalnya saya pesimis dengan perolehan lomba kali ini,” kata Putri Kalih, saat diwawancarai usai pertandingan. Apa yang dialami Kalih memang beralasan, pasalnya sebagian peserta kejuaraan kali ini tak hanya berasal dari DKI Jakarta, tapi dari berbagai provinsi di Indonesia. Pantaslah saat pengumuman pemenang pada 16 September 2018, Kalih merasa terharu sekaligus bangga dengan pencapaiannya.

Dilihat dari pengalaman berkompetisi, secara umum tim Tae Kwon Do MAN 2 Jakarta masih seumur jagung. Namun semangat dan keninginan untuk menjadiyang terbaikrupanya telah tertanam pada semua pemain. “Meskipun perempuan, kami bertekad untuk menjadi yang terbaik dan mengharumkan nama MAN 2 Jakarta di bidang Tae Kwon Do.”ungkap Balqies Dien Haque sang juara 1.

Tekad dan semangat ketiga atlet Tae Kwon Do ini memang patut ditiru oleh remaja lainnya. Di saat remaja seusianya asyik menikmati masa remajanya dengan hura-hura, Balqis, Kalih, dan Qatrunnada justru berlatih keras dua bahkan tiga kali dalam seminggu. Dan upaya keras mereka akhirnya membuahkan hasil. Ketiganya berhasil membuktikan,bahwa seorang muslimah harus kuat baik secara mental keislaman maupun secara fisik. Dari ketiga perempuan berhijab ini, kita menemukan sosok muslimah shalihah dan tangguh. (Yuyum Daryumi)