Jika anda hendak ke MAN 2 Jakarta, cobalah sekolah berkunjung pagi hari. Di saat siswa sekolah lain masih berada di jalan, seluruh sisw MAN 2 Jakarta sudah duduk rapi di lapangan. Keberadaan mereka di lapangan bukan taka ada alasan. Sekitar 470 siswa berkumpul di lapangan lengkap dengan pakaian muslimdan perlengkapan ibadah. Secara rutin, setiap hari Senin hingga Jumat, kegiatan pembelajaran diawali dengan Taddarus,Tahfiz, dan Shalat Dhuha (TTD).

Kegiatan TTD ini digagas oleh Dra.Hj.Nurlaelah, M.Pd.pada tahun 2016. Sejak beliau menjabat KepalaMAN 2 Jakarta, kegiatan TTD mulai aktif dilaksanakan hingga saat ini. Reaksi pro dan kontra terhadap kegiatan ini tentu bermunculan, khususnya dari siswa sendiri. Beberapa siswa mengangap kegiatan ini terlalu memberatkan karena mereka sudah mendapat PR (Pekerjaan Rumah), kemudian ditambah dengan program TTD.
Kegiatan TTD diawali dengan membaca Al Quran (taddarus), menghafal surat (Tahfiz), dan diakhiri dengan shalat Dhuha bersama. Selain taddarus dan shalat dhuha, kegiatan pagi juga diselingi dengan tambahan materi lain. Pada hari Selasa, misalnya disajikan materi Tahsin yang dibimbing oleh Luthfi Assagaf, S.Ag. Pada bagian ini siswa diberikan materi tentang cara membaca Al Quran yang benar, baik dalamhal tajwid maupun makharijul huruf.
Pada hari Rabu siswa diajak untuk lebih mencintai membaca dan menulis dalam kegiatan literasi. Kegiatan yang dipandu oleh seluruh guru bahasa Indonesia ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan membaca dan menulis fiksi pada siswa. Selain membawa Al Quran, pada hari Rabu siswa juga ditunutu untuk membawa bahan bacaan selain buku mata pelajaran. Bahan bacaan yang dimaksud dapat berupa buku fiksi (novel dan kumpulan cerpen), majalah,

“Bagi saya kegiatan literasi ini sangat menyenangkan, karena selama ini kan kita disuruh membaca buku pelajaran dan tugas-tugas. Dengan membaca novel rasanya asyik dan terhibur.” demikian pendapat Nindy, siswa kelas XI IPA 2. Setelah membaca novel, mereka diwajibkan menuliskan intisari bacaan tersebut di buku khusus literasi. Buku literasi yang disampul koran tersebut kemudian dinilai oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. Dra. Darsih selaku ketua Literasi MAN 2 Jakarta mengatakan, “Dengan kegiatan literasi ini, kami berharap agar budaya membaca yang belakangan ini makin menurun lama-kelamaan akan tumbuh lagi.”

Lain lagi dengan hari Kamis, seluruh siswa mendapat materi Tanqihul Haul. Materi ini membahas kajian hadits yang berkaitan dengan fadhillah mencari ilmu, keutamaan ulama, dan lain-lain. Adam Tuqo, S.Ag selaku pemateri kajian kitab ini mengatakan bahwa kajian kitab Tanhiqul Haul diperlukan siswa madrasah untuk memperdalam ilmu agama mereka. Di masa mendatang mereka diharapkan mereka akan menjadi ulama dan tokoh agama di tengah masyarakat yang dapat mensyiarkan agama Islam.

Kajian keislaman ini dimantapkan lagi di hari Jumat. Setelah shalat Dhuha, seluruh siswa mendapat siraman rohani dengan kajian Ta’lim Mutaallim yang disampaikan oleh Ust. H. Zaenal Arifin, Lc. Keutamaan menuntut ilmu dan adab yang harus dilakukan oleh seorang penuntut ilmu dibahas dalam kajian ini. Sungguh, hari yang menyenangkan jika setiap pagi diawali dengan ibadah dan rutinitas kebaikan. (Yuyum Daryumi)