Jakarta (Humas-MAN 2 Jkt) –-Puasa atau menahan untuk tidak makan maupun minum terdengar ekstrim bagi sebagian orang. Namun, ternyata banyak penelitian yang justru membuktikan puasa memiliki banyak dampak baik untuk kesehatan fisik maupun mental. Nah, di awal  bulan Ramadhan ini MAN 2 Jakarta bekerjasama dengan Poli Psikologi Puskesmas Kecamatan Ciracas membedah masalah puasa dan kaitannya dengan kesehatan. Tak hanya bagi kesehatan fisik, ternyata puasa berdampat sangat positif bagi kesehatan mental, terutama remaja.

Diawali dengan kegiatan rutin TTD (Tadarus, Tahfiz, dan Dhuha), bertempat di lapangan MAN 2 Jakarta, Kamis (7/4) pagi itu seluruh siswa dan guru terlihat lebih bersemangat. Meski puasa menginjak hari kelima, nyatanya ghirah Ramadhan makin bertambah, apalagi kegiatan TTD kali ini diisi oleh narasumber yang sudah tidak asing lagi bagi siswa di madrasah ini.

Adalah Sulastry Pardede, M.Psi., Psikolog yang menjadi tamu sekaligus narasumber literasi pagi  ini. Beliau mengupas tuntas seputar puasa dan kaitannya dengan kesehatan mental. Bagi sebagian orang mendengar istilah kesehatan mental mungkin agak tabu. Namun inilah yang belakangan ini marak dibicarakan.

“Ada peningkatan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental akhir-akhir ini. Jadi sekarang bukan hanya orang yang memiliki gangguan jiwa yang berkonsultasi, tapi banyak siswa yang berkunjung ke poli kami untuk berkonsultasi mengenai masalah pribadi dan keluarga,” papar Sulastry.

Sulastry menambahkan, tak menutup kemungkinan orang yang sedang berpuasa pun mengalami kondisi yang tidak baik-baik saja, seperti overthinking karena tugas sekolah yang menumpuk, sedangkan kondisi perut lapar. Namun sebenarnya ketika puasa, seseorang tanpa sadar memperbaiki pola makan yang lebih teratur dari biasanya.  Misalnya, agar kuat berpuasa maka ketika pagi harus sahur terlebih dahulu. Pola makan yang baik akan menjaga hormon kortisol. Hormon kortisol tersebut bisa mengurangi stres.

Selain itu tubuh juga lebih banyak memproduksi hormon endorphin. Hormon endorphin juga berpengaruh dalam mengurangi stress. Tak hanya itu, terdapat hormon lainnya seperti serotonin, NGF, dan BDNF yang membantu membuat mood baik.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk memotivasi siswa dan  terbukti secara ilmiah bahwa puasa dapat meningkatkan imun tubuh baik secara fisik maupun mental,” ujar Wido Prayoga, di sela mengikuti literasi pagi. (Yuyum D)