Ikatan Guru Indonesia (IGI) sepertinya tak pernah berhenti berinovasi. Setelah sukses menyelenggarakan berbagai pelatihan bagi guru-guru di Indonesia, kini IGI memunculkan inovasi baru bertajuk School to School Training (STST). Bertempat di MAN 2 Jakarta, launching program School to School Training ini diselenggarakan pada hari Sabtu, 21 April 2018. Dihadiri oleh sekitar 60 guru negeri dan swasta dari berbagai wilayah di DKI Jakarta, launching STST ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta.

STST merupakan sebuah program pelatihan gratis bagi guru. Upaya ini bertujuan untuk membantu meningkatkan kompetensi guru. Di samping itu agar guru mampu mengembangkan kecakapannya dalam proses belajar mengajar, menggunakan media pembelajaran digital, serta metode pembelajaran interaktif dan inovatif. Pada akhir kegiatan, IGI menargetkan dapat menyiapkan dan mengirim guru-guru hebat sebagai trainer, motivator, pelatih, dan fasilitator ke sekolah yang dituju.

Pada kegiatan ini diperkirakan sekitar 5000 guru dari 100 sekolah akan mengikuti program yang didukung sepenuhnya oleh Kemendikbud. Ketua IGI DKI Jakarta, Iwan Ridwan berharap agar guru-guru di madrasah dapat berperan aktif dalam menyelenggarakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif. “Ini sesuai dengan tuntutan era digital, jangan sampai guru-guru madrasah kalah canggih dibandingkan murid-muridnya,” ujar Ridwan saat bincang-bincang di Ruang Multi Media MAN 2 Jakarta.

Memang demikianlah adanya, guru zaman now harus mengikuti irama perkembangan zaman. Mengikuti ritme derasnya informasi yang kadang datang tak terbendung dan mampu mendampingi siswa dalam menyikapi berbagai perubahan. Maka slogan guru sebagai pribadi yang senantiasa digugu dan ditiru, sepertinya diubah menjadi guru yang bermutu. Tepatnya guru plus (guru+). (Yuyum Daryumi)