Jakarta (Humas-MAN 2 Jkt) —  Tak puas dengan kemenangan lomba debat Sejarah nasional yang diselenggarakan Universitas Indonesia bulan Oktober lalu , kali ini Tim Sejarah MAN 2 Jakarta kembali menunjukkan keunggulannya. Bersaing dengan ratusan  peserta SMU/MA di seluruh Indonesia, sebanyak 10 siswa MAN 2 Jakarta seluruhnya mendapatkan medali: 6 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. Bahkan Khairunnisa Nasution  berhasil mencapai skor tertinggi, yakni 110.

Tahapan lomba mulai babak penyisihan pada 26 Oktober 2021, selanjutnya peserta yang lolos di babak final kembali berkompetisi pada 31 Oktober 2021. Kesepuluh peraih medali tersebut adalah:

  1. Khoirunnisa Nasution (Gold medal)
  2. Mohammad Rasyid Alkautsar(Gold medal)
  3. Nabila Zahra Harmon(Gold medal)
  4. Vio Nanda Ardiansyah(Gold medal)
  5. Chintya Khairunnisa Kurniawan (Gold medal)
  6. Muhammad Nabil Subagja Hadiwidjaja (Gold medal)
  7. Muthia Azka Zahira (Silver medal)
  8. Rafly Aulia Rizky (Silver medal)
  9. Anitza Fahira Zalianty(Bronze medal)
  10. Sarah Aulia(Bronze medal)

Adapun materi Sejarah yang diujikan pada olimpiade kali ini di antaranya mengenai kehidupan manusia purba di Indonesia dan dunia, kolonialisme dan imperialism, revolusi menegakkan panji NKRI, hingga Indonesia dalam panggung dunia. Tyas Ayu Karyasih, S.Pd. selaku guru pembimbing mengatakan bahwa persiapan yang dilakukan oleh kesepuluh siswa ini diantaranya mempelajari seluruh materi yang dilombakan, menjelajah materi di berbagai sumber.

“Tak lupa kami pun terus memberi muatan tambahan pada mereka, karena olimpiade ini meskipun untuk tingkat SMU, tapi sebagiannya mengambil materi dari Perguruan Tinggi,”tambah Endang Palupi, M.Pd.

 

Sebagai guru mata pelajaran Sejarah, Endang dan Tyas berkolaborasi menempa sepuluh peserta olimpiade ini agar mampu dan memiliki jiwa kompetisi yang handal.

“Hal yang selalu kami tanamkan adalah, bahwa mereka, siswa-siswa program IPS ini tak perlu merasa rendah diri dengan temannya yang memilih program IPA. Kami yakin, setiap siswa memiliki bakat dan keunggulan masing-masing, “ tegas Endang menutup perbincangan.

Tak dapat  dipungkiri bahwa image program IPA yang lebih unggul dibandingkan IPS hingga saat ini masih melekat di masyarakat. Ajang kompetisi seperti yang diselenggarakan oleh ENF ini patut diacungi jempol. Mereka yang masih menganggap sebelah mata pada program IPS ditepis oleh  pencapaian yang diraih oleh sepuluh anak muda MAN 2 Jakarta ini

Olimpiade Sejarah Nasional (OPSESI) sendiri merupakan salah satu kegiatan yang digelar oleh ENF (Edutainer Nusantara Fair). Lembaga ini hadir sebagai satu cara untuk meningkatkan semangat berkarya dan berprestasi bagi anak bangsa dengan melatih mereka untuk berkompetisi dengan yang lain sehingga memiliki daya saing yang tinggi.

Selain bidang Sejarah, OPSESI mengggelar olimpiade bidang lain, yakni Geografi dan Sosiologi. Olimpiade Sejarah tahun ini diikuti oleh 240 beserta dari berbagai siswa di seluruh tanah air.

Jika bukan  pada generasi muda, pada siapa sejarah bangsa diwariskan? (Yuyum D)