Selasa , 14 Agustus 2018 di Taman Bunga Wiladatika, Cibubur terlihat lebih meriah siang itu. Sekitar 2000 peserta mengenakan seragam Pramuka untuk mengikuti Upacara Peringatan Hari Pramuka ke-57. Upacara yang dimulai pk.15.00 itu dihadiri oleh Presiden RI, Kak Joko Widodo selaku Ketua Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka.

MAN Jakarta mengutus 16 siswa Pramuka dalam kegiatan tersebut, yang didampingi oleh Pembina Pramuka MAN Jakarta, Kak Yelli Gusrita, M.Pd. Terpilihnya MAN 2 Jakarta pada upacara tersebut tak luput dari keaktifan Gugus Fatahillah dan Cut Mutia dalam setiap event kepramukaan di tingkat DKI Jakarta maupun nasional. Sepekan sebelumnya mereka telah mengikuti acara Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata bersama ratusan anggota Pramuka tingkat SD/MI – SMU/MA.

Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka , Kak Adhyaksa Dault menegaskan, tanpa memandang SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan), Gerakan Pramuka tidak hanya menjadi “Rumah Bersama” bagi generasi muda Indonesia, tapi juga menjadi “lem perekat” dari sekat-sekat perbedaan di rumah besar NKRI. Hal ini sejalan dengan tema Hari Pramuka ke-57 tahun ini, yakni “Pramuka Perekat NKRI”. Tema tersebut tentu memiliki alasan yang kuat, mengingat akhir-akhir ini rasa nasionalisme di kalangan masyarakat, khususnya para pemuda, semakin menurun.

Sejalan dengan apa yang dikatakan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Presiden RI Kak Joko Widodo pun memberikan motivasi kepada seluruh Pramuka Indonesia, “Isilah waktu muda kalian dengan kegiatan positif dan produktif. Seorang Pramuka harus berani melakukan inovasi. Pramuka juga harus terampil, termasuk terampil dalam menggunakan teknologi secara positif’” tegasnya.

Mengenai pelaksanaan Upacara Hari Pramuka, Ahmad Rizky Munandar, salah seorang peserta dari Gugus Fatahillah berpendapat, “ Upacara kali ini cukup meriah dan memberi kesan tersendiri bagi saya, terutama karena Presiden Jokowi berkenan hadir di sini.” Kemeriahan upacara tahun ini terutama didukung oleh beberapa sekolah yang menampilkan atraksi terbaiknya. Pramuka SMU Al Azhar, misalnya, mengawalinya dengan atraksi drum band, diikuti smaphore, dan aneka tari tradisional.

Di akhir sambutannya, Kak Adhyaksa Dault berpesan, “Hidup cuma sekali. Gunakan untuk mengabdi, kepada Ilahi Rabbi, dan membangun negeri, agar tidak menyesal nanti. Surga tujuan abadi. Saya kira, kita harus terus selalu mawas diri, introspeksi, dan bekerja keras.” Semoga apa yang diharapkan beliau terwujud, demi kesatuan NKRI. Selamat Hari Pramuka! (Yuyum Daryumi)