Geliat literasi rupanya membawa dampak positif bagi tumbuhnya minat membaca dan menulis. Di lingkungan sekolah , kegiatan literasi secara rutin dilakukan setiap hari menjelang kegiatan belajar mengajar. Selama lima belas menit seluruh siswa diwajibkan membaca buku sesuai favoritnya. Sesekali, setelah sepuluh menit membaca siswa waktu lima menit dimanfaatkan untuk menyimak presentasi salahsatu siswa tentang buku yang telah dibacanya. Takhanya melek huruf, pada akhirnyakegiatan ini mengasah keberanian siswa untuk berani berbicara dan mengungkapkan pikirannya.

Selain di lapangan dan di kelas, kegiatan literasidi MAN 2 Jakarta dilakukan pula di ruang perpustakaan. Sebagai pusat referensi bacaan, perpustakaanMAN 2 Jakarta menyediakan bebagaibuku referensi yang berkaitan dengan seluruh mata pelajaran, ilmuumu, koran, dan majalah. Namun keberadaan perpustakaan MAN 2 Jakarta kini semakin menarik minat pengunjung. Hal ini dikarenakan di salah satu sudut ruangan perpusatakaan itu telah dilengkapi dengan tambahan koleksi buku dan seperangkat computer sebagai penunjang referensi. Tak hanya buku referensi, sudut yang terletak di sebelah kiri pintu masuk ini juga dilengka[idengan tempat duduk yang nyaman bagi pembaca.

Adalah Bank Indonesia yang menggagas ide tersebut. Melalui program BI Corner pengadaan perpustakaan ini lebih menarik pengunjung. “Biasanyasiswa hanya meminjam BI Corner dii MAN 2 Jakarta telah resmi beroperasi sejak bulan November 2018.

Hal yang menarik adalah sudut BI Corner ini dimanfaatkan sebagai tempat peluncuran buku karya siswa dan guru. Tercatat selama dua bulan terakhir MAN 2 Jakarta telah menerbitkan tiga buku fiksi dan nonfiksi. Buku-buku tersebut adalah “1001 Pembiasaan Siswa Madrasah” karya Dra. Hj. nUrlaelah, M.Pd. sekaligus Kepala Man 2 Jakarta, “Rendezvouz” Karya salah seorang guru, Yuyum Daryumi, S.Pd. dan buku kumpulan cerpen “Our Escape” karya Siswa anggota Jurnalistik. Ke depannya ada beberapa buku yang sedang dikerjakan dan segera diterbitkan. Semoga budaya literasi di MAN 2 Jakarta meningkat sehinggamakin banyak para penulis muda yang kreatif dan berbakat, (Yuyum Daryumi)