Kejayaan Tim Robotic MAN 2 Jakarta di Thailand tahun 2018 silam rupanya tak membuat berpuas diri. Tahun ini mereka kembali mengukir prestasi dalam kompetisi robotic bergengsi tingkat internasional di Korea Selatan. Tak tanggung-tanggung, sebanyak 1248 peserta yang memenuhi Daejeon Convention Center (DCC) Korea Selatan itu berasal dari 21 negara, di antaranya Palestina, Columbia, Vietnam, Malaysia, Singapura, Thailand, Israel, China, Korea, India, Myanmar, dan Brazil.
Sejumlah kategori pun dilombakan pada ajang yang bertajuk International Youth Robot Competitive (IYRC), di antaranya humanoid robotics, design creative, dan humanoid dancing robots. Tim Robotic MAN 2 Jakarta terdiri tiga siswa, yakni Chandra Nur Pamungkas, Naufal Mu’afi, dan Imam Pamuji. Setelah bersaing ketat selama dua hari (2-3 Agustus 2019), akhirnya MAN 2 Jakarta berhasil mengungguli ribuan peserta lainnya pada kategori Design Creative di peringkat dua dan kategori humanoid dancing robotics di peringkat 3.
Menjelang lomba mereka telah mempersiapkan diri selama dua bulan, mulai dari memuat inovasi robot, hingga persiapan mental. Keberhasilan ini tak luput dari dukungan penuh pelatih Muhtar Yahya dan pakar Psikolog Pendidikan, Dr. Ir. Rudi Dwi Maryoto.
Beberapa saat setelah pengumuman lomba, Muhtar menyebutkan bahwa kekurangan yang harus dibenahi tim robotic kita yakni waktu pelatihan yang harus lebih intensif. Di saming itu, tim juga wajib memperluas ide untuk menciptakan inovasi baru.
“Mereka lebih kompleks, dan didukung dengan material yang lengkap,” komentar Yahya mengenai keunggulan peserta Negara lain. Chandra menambahkan, Malaysia merupakan Negara yang sangat kreatif dalam membuat desain robot. Terbukti, Negara tetangga ini mengantongi peringkat teratas pada kategori design creative. Apa pun hasilnya, yang jelas mereka telah membawa harum madrasah di kancah dunia. Bravo! (Yuyum Daryumi)