Jakarta (Humas-MAN 2 Jkt) –- Sejumlah 32 siswa MAN 2 Jakarta pagi itu tampak mengantri di ruang Literasi. Sebagian tampak sibuk mengisi data dan membawa selembar Kartu Keluarga. Di pusat informasi telah siap empat tenaga kesehatan dari Puskesmas Kelurahan Ciracas dengan alat medis dan sejumlah alat SWAB.
Selasa (12/4) pagi itu MAN 2 Jakarta ditunjuk oleh Puskesmas Kecamatan Ciracas sebagai salah satu sekolah yang rutin mendapatkan fasilitas SWAB bagi sebagian siswanya.
“SWAB kali ini dilakukan mengingat aktifitas dan mobilitas siswa sudah mulai padat. Kegiatan Ramadhan dan belajar tatap muka 100% membuat kami harus melakukan antisipasi dini untuk mengecek kesehatan mereka,” ujar dr. Fadli di sela kesibukannya memeriksa siswa.
Pihak Puskesmas kelurahan Ciracas melakukan tracing SWAB ke hampir seluruh lembaga pendidikan di wilayah Ciracas untuk memastikan mereka bebas dari virus Covid-19. Seperti diketahui, meskipun sebagian masyarakat telah melakukan vaksin dosis 1 dan 2, tak menutup kemungkinan terpapar virus tersebut.
Peserta yang melakukan SWAB diambil secara acak dari seluruh kelas, untuk mewakili populasi di MAN 2 Jakarta. Sebelum melakukan SWAB, siswa diwajibkan screening, yakni tes dahak.
“Sakit, Bu. Tapi demi Kesehatan, saya tak masalah untuk diminta tes SWAB,” ujar Adib, salah satu siswa kelas X IPA 1 saat ditanya rasanya setelah tes SWAB. Adib mengatakan dirinya telah melakukan 7 kali tes SWAB selama ini untuk berbagai keperluan, di antaranya sebagai syarat menjadi anggota PASKIBRA.
Hasil SWAB PCR ini diketahui 2 hari kemudian dan akan diinformasikan oleh Humas Puskesmas kelurahan Ciracas. Harapannya, hasil tes kali ini negative semua sehingga seluruh kegiatan di madrasah, terutama proses belajar mengajar berjalan lancar. (Yuyum D)